BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Pergerakan Harga dan Tantangan Petani Sawit di Indonesia di Akhir Juni 2025

26 Juni 2025|Penurunan Harga TBS Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Pergerakan Harga dan Tantangan Petani Sawit di Indonesia di Akhir Juni 2025

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga TBS kelapa sawit di beberapa provinsi mengalami penurunan, sementara petani menghadapi tantangan akibat penertiban lahan dan kebutuhan sertifikasi.

(2025/06/26) Indonesia menyaksikan fluktuasi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang menurun di beberapa provinsi pada akhir Juni 2025. Di Sumatera Barat, harga TBS untuk tanaman berusia 10-20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.309,15 per kg, turun Rp17,09 dari periode sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan harga Crude Palm Oil (CPO) yang juga mengalami penyesuaian, yang kini berada di level Rp13.408,04 per kg.

Sementara itu, di Sumatera Utara, penetapan harga untuk TBS sawit umur 10-20 tahun juga mengalami penurunan, meskipun hanya sebesar Rp8,89 menjadi Rp3.227,92 per kg. Berbagai faktor, termasuk penawaran dan permintaan pasar, menjadi pertimbangan dalam penetapan harga ini. Kenaikan harga untuk kategori sawit lebih muda tidak sebesar harapan petani, mencerminkan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Berbeda dengan kondisi di Jambi, harga pembelian TBS mengalami kenaikan yang sangat minim, hanya Rp6,18 per kg untuk periode 27 Juni hingga 3 Juli 2025. Kenaikan tersebut dianggap tidak signifikan, terutama mengingat penjualan CPO mengalami kenaikan yang lebih substansial. Ini menunjukkan pergeseran yang merugikan bagi petani, yang mungkin tidak mendapatkan manfaat penuh dari kenaikan CPO.

Di sisi lain, pemerintah melalui Tim Satgas Penertiban Kawasan Hutan berupaya untuk mengembalikan lahan yang dikuasai pihak lain, meskipun status lahan tersebut tetap sebagai kawasan hutan. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani sawit, yang merasa tertekan oleh ketidakpastian hukum dan investasi. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menekankan bahwa situasi ini bisa berpotensi mengganggu iklim investasi di sektor ini.

Di Kabupaten Melawi, masih banyak perusahaan kelapa sawit yang belum mengantongi sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Pemerintah telah mewajibkan semua perusahaan untuk memenuhi standar keberlanjutan, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak yang belum siap. Sertifikasi ini penting untuk memastikan bahwa produksi kelapa sawit di Indonesia memenuhi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Menanggapi tantangan ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat telah melakukan penilaian fisik terhadap kebun sawit rakyat yang mendapat dukungan program peremajaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebun-kebun tersebut memenuhi standar produktivitas dan teknis budidaya yang baik. Para petani yang mengikuti program peremajaan sejak 2020 kini mulai menikmati hasil dari perbaikan tersebut.

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sekitar 61 pekebun sawit swadaya dari Kabupaten Batubara melakukan kunjungan lapangan ke PT Eastern Sumatra Indonesia dalam rangka pelatihan teknis budidaya kelapa sawit. Kegiatan ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, sehingga petani dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di lapangan.

Di sisi lain, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk bersama PT Bank Negara Indonesia (BNI) telah menandatangani MoU untuk pembiayaan peremajaan sawit rakyat senilai Rp1 triliun. Ini merupakan langkah konkret untuk mendukung pembiayaan produktif sektor perkebunan kelapa sawit, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.

Secara keseluruhan, meskipun terdapat beberapa inisiatif positif, tantangan yang dihadapi petani kelapa sawit Indonesia tetap signifikan. Penurunan harga TBS di berbagai daerah, serta ketidakpastian akibat penertiban lahan dan kebutuhan sertifikasi, memerlukan perhatian lebih dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi para pelaku industri.

Sumber:

  • Harga TBS Sawit Sumbar Turun di Akhir Juni, Kini Rp3.309 per Kg โ€” Sawit Indonesia (2025-06-26)
  • Harga TBS Sawit Sumut Periode 25 Juni-1 Juli 2025 Turun Tipis โ€” Info Sawit (2025-06-26)
  • Cuma Naik Segini Harga TBS Mitra Plasma Jambi Periode 27 Juni โ€“ 3 Juli 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-06-26)
  • Lahan yang Dikuasai Satgas PKH Tetap Kawasan Hutan โ€” Media Perkebunan (2025-06-26)
  • Perkebunan Kelapa Sawit Kabupaten Melawi Banyak Yang Belum Mengantongi ISPO โ€” Sawit Indonesia (2025-06-26)
  • Dinas Pertanian Pakpak Bharat Lakukan Penilaian Fisik Kebun Sawit, Petani 2020 Mulai Nikmati Hasil Peremajaan โ€” Hai Sawit (2025-06-26)
  • Pekebun Sawit Batubara Kunjungi Kebun SIPEF dalam Program Pelatihan BPDP, Belajar dari yang Terbaik โ€” Info Sawit (2025-06-26)
  • Bakrie Plantations dan BNI Tandatangani MoU Peremajaan Sawit Rakyat Rp 1 Triliun Seluas 19.406 Ha โ€” Sawit Indonesia (2025-06-26)
  • Penertiban Lahan Sawit Dalam Kawasan Hutan: Petani Butuh Informasi yang Akurat โ€” Sawit Indonesia (2025-06-26)