Harga TBS Sawit Menguat di Kalimantan dan Sumut Pada April 2026

Harga TBS kelapa sawit meningkat, memberikan harapan baru bagi petani di Indonesia amid tantangan industri.
Harga TBS sawit di Kalimantan Barat dan Sumatera Utara menunjukkan penguatan signifikan, mencerminkan optimisme di sektor kelapa sawit.
(2026/04/09) Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Indonesia mengalami penguatan yang signifikan pada awal April 2026. Di Kalimantan Barat, harga TBS mencapai Rp3.765 per kilogram, sementara di Sumatera Utara, harga TBS untuk pekebun mitra plasma merangkak naik menjadi Rp4.110,77 per kilogram. Peningkatan harga ini menjadi sinyal positif bagi petani dan industri sawit secara keseluruhan.
Di Kalimantan Barat, harga TBS berkisar antara Rp3.600,34 hingga Rp3.765 per kilogram, tergantung pada kualitas dan usia tanaman. Hasil ini mencerminkan pentingnya perawatan kebun bagi petani, dimana yang mampu menjaga mutu panen dapat menikmati harga yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa industri sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi rakyat di daerah tersebut.
Sementara itu, di Sumatera Utara, rapat Tim Penetapan Harga TBS yang diadakan pada 8 April 2026 mencatat kenaikan harga TBS untuk tanaman usia 10-20 tahun sebesar Rp51,57 menjadi Rp4.110,77 per kilogram, dibandingkan dengan Rp4.059,20 per kilogram pada minggu sebelumnya. Hampir seluruh kelompok umur tanaman mengalami kenaikan, kecuali kelompok umur 5 tahun yang mengalami penurunan harga.
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
- Harga CPO Diproyeksi Meningkat Hingga USD 1.783 pada Juni 2026 (4 April 2026)
- Harga Sawit di Sumbar dan PT Bensuli Salam Makmur Meningkat di Akhir Maret 2026 (30 Maret 2026)
- Kenaikan Harga Sawit di Riau Tembus Rp4.075 per Kg pada April 2026 (7 April 2026)
Peningkatan harga TBS di Sumut didorong oleh harga minyak sawit mentah (CPO) yang ditetapkan sebesar Rp16.049,08 per kilogram. Kenaikan harga ini memberikan angin segar bagi petani sawit yang sebelumnya menghadapi tantangan harga yang rendah. Dengan harga yang lebih baik, diharapkan para petani dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen mereka.
Di sisi lain, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga turut memberikan perhatian terhadap harga TBS sawit. Mereka meminta agar pabrik kelapa sawit (PKS) di daerahnya membeli TBS dengan harga yang layak. Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, menyoroti pentingnya dukungan dari PKS untuk memastikan kesejahteraan petani sawit. Dalam waktu dekat, DPRD berencana untuk mengundang seluruh pabrik kelapa sawit untuk mendiskusikan keluhan masyarakat mengenai harga TBS.
Dengan perkembangan positif ini, sektor sawit diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi para petani dan masyarakat sekitar. Seiring dengan fluktuasi harga di pasar global, bagaimana industri sawit Indonesia akan merespons tantangan ke depan menjadi sebuah pertanyaan terbuka bagi para pelaku di sektor ini.
Sumber: