BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga Sawit Riau dan Sumbar Tembus Rp4.075 per Kg di Awal April 2026

7 April 2026|Kenaikan Harga Sawit Riau
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga Sawit Riau dan Sumbar Tembus Rp4.075 per Kg di Awal April 2026

Gambaran minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya menunjukkan tren harga yang berfluktuasi di pasar global.

Harga kelapa sawit di Riau dan Sumbar mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp4.075 per kg, berkat penguatan harga CPO global.

(2026/04/07) Harga kelapa sawit di Provinsi Riau dan Sumatra Barat mengalami lonjakan signifikan pada pekan pertama April 2026, dengan harga mencapai Rp4.075 per kg. Kenaikan ini diakibatkan oleh peningkatan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global, yang juga berdampak positif bagi petani sawit di kedua daerah tersebut.

Kenaikan harga sawit di Riau tercatat dari hasil penetapan harga oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau, yang menyatakan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit untuk mitra plasma meningkat Rp124,79 per kg atau sekitar 3,16% dibandingkan minggu lalu. Hal ini menjadikan harga TBS menjadi Rp4.075,41 per kg selama periode 8 hingga 14 April 2026. Menurut Defris Hatmaja, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, kenaikan harga ini selaras dengan kenaikan harga CPO yang kini dibandrol Rp16.048,90 per kg.

Di Sumbar, harga kelapa sawit juga mengalami kenaikan yang signifikan, bahkan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah di provinsi tersebut. Ketua Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumbar, Jufri Nur, menyebutkan bahwa harga sawit di Sumbar mencapai Rp4.079 per kg. Kenaikan ini disambut gembira oleh para petani, terutama karena kondisi panen saat ini cukup baik. Jufri menambahkan, kenaikan harga sawit ini juga dipengaruhi oleh harga CPO yang meningkat di tingkat global.

Di sisi lain, harga minyak sawit mentah (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada tanggal 7 April 2026 mengalami kenaikan tipis sebesar Rp75 per kg, menjadi Rp16.275 per kg. Meskipun demikian, perdagangan CPO di Bursa Malaysia menunjukkan penurunan selama dua hari berturut-turut, akibat tekanan dari harga minyak mentah global. Ini menunjukkan bahwa meskipun harga di pasar domestik meningkat, tantangan dari pasar internasional tetap ada.

Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa dengan tingginya harga CPO global, harga TBS dan kelapa sawit di Indonesia kemungkinan besar akan terus mengalami fluktuasi. Petani dan pelaku industri sawit perlu memantau perkembangan harga pasar secara berkala untuk mengoptimalkan keuntungan. Dengan kondisi saat ini, para petani diharapkan dapat memanfaatkan kenaikan harga ini untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kenaikan harga yang terjadi di Riau dan Sumbar menunjukkan pentingnya pemahaman terhadap dinamika pasar global yang dapat memengaruhi industri sawit domestik. Seiring dengan upaya pemerintah dan asosiasi dalam meningkatkan produktivitas, pertanyaan kini adalah bagaimana para petani dapat beradaptasi dengan perubahan harga yang cepat dan memastikan keberlanjutan usaha mereka.

Sumber: