Harga CPO dan TBS Sawit Menguat di Sumut dan Bursa Malaysia

Harga TBS kelapa sawit meningkat, memberikan harapan baru bagi petani di Indonesia amid tantangan industri.
Harga CPO dan TBS sawit di Sumut menguat, sementara perdagangan CPO di Bursa Malaysia juga mengalami kenaikan tipis pada 9 April 2026.
(2026/04/09) Harga Crude Palm Oil (CPO) dan Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Sumatera Utara terus menguat hingga pekan ini. Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Pemprov Sumut, harga TBS untuk periode 9-14 April 2026 dipatok sebesar Rp 4.110 per kg, naik dari sebelumnya Rp 4.059 per kg. Sementara itu, harga CPO lokal dan ekspor pada periode yang sama di Sumut mencapai Rp 16.049 per kg, meningkat dibandingkan Rp 15.905 per kg sebelumnya.
Kenaikan harga ini menjadi perhatian penting bagi industri sawit Indonesia, terutama bagi petani dan perusahaan perkebunan di Sumut yang bergantung pada harga TBS dan CPO. Kenaikan harga TBS dan CPO ini mencerminkan permintaan yang kuat di pasar, baik domestik maupun internasional. Hal ini juga menunjukkan bahwa industri sawit masih memiliki daya tarik di tengah tantangan yang dihadapi, seperti perubahan regulasi dan isu lingkungan.
Di sisi lain, harga kernel lokal di Sumut juga mengalami kenaikan, dipatok sebesar Rp 15.946 per kg dari Rp 15.492 per kg sebelumnya. Kenaikan harga ini dapat diindikasikan oleh meningkatnya permintaan terhadap produk turunan sawit, yang memberikan keuntungan lebih bagi petani dan pelaku industri.
- Harga TBS Sawit Kalbar Tembus Rp3.765, CPO Menguat 0,63% di Pasar Global (10 April 2026)
- Harga TBS dan CPO Menguat, Saham Perkebunan Sawit Melonjak (14 April 2026)
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO Naik 0,40% Sementara TBS di Kaltim Turun (6 April 2026)
Selain itu, di pasar internasional, harga CPO juga menunjukkan tren positif. Di Bursa Malaysia, harga CPO ditutup naik tipis pada perdagangan hari ini. Pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO mengalami Withdraw dengan harga penawaran tertinggi mencapai Rp 15.778 per kg, naik Rp 28/kg atau sekitar 0,18% dibandingkan harga kemarin. Harga CPO Franco Dumai dibuka pada Rp 15.850/kg, sedangkan CPO FOB Talang Duku dibuka pada Rp 15.650/kg sebelum mengalami Withdraw.
Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa jika tren kenaikan ini berlanjut, akan ada peluang lebih besar bagi industri sawit untuk meningkatkan pendapatan, baik bagi petani maupun perusahaan. Hal ini dapat mendorong investasi lebih lanjut dalam sektor ini, yang pada gilirannya dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.
Dengan dinamika harga yang terus berubah ini, pelaku industri diharapkan dapat menyesuaikan strategi mereka untuk tetap kompetitif. Seperti yang disampaikan oleh salah satu narasumber, "Kami memantau perkembangan harga secara berkala agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi pasar yang selalu berubah."
Sumber: