Harga TBS Sawit Sumsel Tembus Rp4.016 per Kg, CPO Menguat

Harga TBS kelapa sawit meningkat, memberikan harapan baru bagi petani di Indonesia amid tantangan industri.
Harga TBS sawit di Sumsel mencatatkan kenaikan, seiring penguatan harga CPO di pasar global yang berdampak positif pada saham perkebunan sawit.
(2026/04/20) Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumatera Selatan mencapai Rp4.016 per kilogram pada periode II April 2026, didorong oleh stabilnya harga CPO. Kenaikan ini penting bagi industri sawit Indonesia, terutama dalam konteks penguatan harga CPO yang tercatat di kisaran Rp15.739 per kg.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumsel, Mukpakanisin, mengungkapkan bahwa harga TBS untuk tanaman berusia 10-20 tahun mengalami kenaikan sebesar Rp87 per kg dibandingkan periode sebelumnya. Dengan indeks K sebesar 92,36%, harga ini menciptakan level baru bagi petani sawit di daerah tersebut.
Selain itu, penguatan harga CPO juga terlihat di pasar global, di mana harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan pada Rp15.195 per kg, meningkat sebesar Rp95 atau 0,63% dibandingkan harga sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia serta sentimen positif dari pasar minyak nabati, yang memberikan dampak langsung pada kinerja saham perusahaan-perusahaan perkebunan sawit.
- Harga CPO dan TBS Sawit Menguat di Sumut dan Bursa Malaysia (9 April 2026)
- Harga CPO dan TBS Sawit Turun, Minyak Goreng Rentan Naik di Pasar (24 April 2026)
- Harga CPO Diprediksi Stabil di RM4,500 Didukung Ekspansi Biodiesel (24 April 2026)
- Harga CPO Naik 1,06% di Tengah Isu Distribusi Minyakita (22 April 2026)
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa saham-saham sektor sawit mengalami penguatan yang signifikan pada hari yang sama. PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) memimpin kenaikan dengan penguatan 4,46% ke harga Rp234 per saham. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) juga mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 3,58% dan 3,45%. Hal ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek industri sawit di tengah penguatan harga komoditas.
Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa tren positif ini dapat berlanjut, terutama jika harga minyak mentah global tetap stabil. Kenaikan harga TBS dan CPO dapat memberikan dampak positif bagi pendapatan petani dan perusahaan di sektor ini, sekaligus mendukung pertumbuhan industri sawit Indonesia. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait dengan isu keberlanjutan dan regulasi yang semakin ketat.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi harga, pelaku industri perlu tetap waspada dan adaptif terhadap perubahan pasar. Seperti yang diungkapkan seorang analis, "Penguatan harga CPO dan TBS ini menciptakan momentum yang baik, tetapi kita juga harus memperhatikan tantangan yang ada di depan, termasuk tuntutan pasar yang terus berubah," ujar salah satu analis pasar.
Sumber: