BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

GAPKI: Produktivitas Petani Kunci Pertahankan Posisi Sawit Indonesia

9 Agustus 2026|GAPKI: Peningkatan produktivitas jaga
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
GAPKI: Produktivitas Petani Kunci Pertahankan Posisi Sawit Indonesia

Eddie Martono, Ketua GAPKI, sedang memberikan penjelasan dalam sebuah sesi wawancara.

(2026/08/09) GAPKI menekankan peningkatan produktivitas petani plasma dan swadaya sebagai kunci mempertahankan posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar sawit dunia.

(2026/08/09) GAPKI menekankan peningkatan produktivitas petani plasma dan swadaya sebagai kunci mempertahankan posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar sawit dunia.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan industri kelapa sawit domestik berkali-kali membuktikan ketangguhannya menghadapi berbagai krisis dan menjadi penyangga utama perekonomian nasional melalui kontribusi devisa dan penyerapan tenaga kerja.

Eddy Martono menyebut pada masa pandemi devisa sawit mencapai sekitar 39,2 miliar dolar AS, dan menegaskan pentingnya percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

Program PSR dinilai mampu meningkatkan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, penerapan teknologi, serta pendampingan yang berkelanjutan, kata GAPKI dalam keterangan yang diterima di Jakarta terkait penyampaian materi pada 9th Borneo Forum 2026 di Balikpapan pada 5–8 Agustus 2026.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyatakan masa depan industri sawit akan semakin kuat jika bertumpu pada ketahanan menghadapi perubahan, keberanian berinovasi, dan kemampuan transformasi; Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong pengembangan industri hilir berbasis kelapa sawit untuk menambah nilai dan memperkuat investasi.

Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Timur Rachmat Perdana Angga menyampaikan harapan bahwa Borneo Forum menjadi wadah mempertemukan pemangku kepentingan untuk menghasilkan gagasan dan kolaborasi yang mendukung kemajuan industri sawit nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip GAPKI menunjukkan nilai ekspor CPO dan turunannya pada Januari–Februari 2026 mencapai 4,69 miliar dolar AS, melonjak 26,40 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 3,71 miliar dolar AS; volume ekspor tercatat naik dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton.

Berdasarkan paparan GAPKI, lonjakan nilai dan volume ekspor menjadi indikator permintaan luar negeri yang tetap kuat sekaligus penegasan peran sawit dalam devisa negara, sehingga peningkatan produktivitas petani menjadi langkah strategis untuk menjaga pasokan dan daya saing.

Dalam forum itu GAPKI menekankan kolaborasi lintas pemangku kepentingan — pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat — untuk mengatasi tantangan industri yang semakin kompleks di tingkat nasional dan global, termasuk implementasi PSR dan pengembangan hilirisasi.

GAPKI juga mengaitkan upaya peningkatan produktivitas dengan target kebijakan regional yang dipaparkan pihak provinsi; Rencana pengembangan hilir dan insentif investasi diharapkan memperbesar nilai tambah dari komoditas sawit di Kalimantan Timur, menurut pernyataan Seno Aji yang dikutip dalam keterangan GAPKI.

Penutup: Pelaksanaan 9th Borneo Forum 2026 di Balikpapan pada 5–8 Agustus 2026 menjadi momen penyampaian data ekspor dan dorongan percepatan PSR sebagai instrumen utama peningkatan produktivitas petani.

Sumber: