BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Harga TBS Sawit Kalteng dan Kaltim Naik untuk Periode II Agustus 2026

5 September 2026|Harga Sawit Kalteng Periode
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS Sawit Kalteng dan Kaltim Naik untuk Periode II Agustus 2026

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

(2026/09/05) Harga TBS di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur naik untuk periode 16–31 Agustus 2026, tertinggi Rp3.766,73/kg di Kalteng dan Rp3.561/kg di Kaltim.

(2026/09/05) Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit naik di dua provinsi Kalimantan untuk periode 16–31 Agustus 2026, tercatat Rp3.766,73 per kg tertinggi untuk pekebun mitra plasma Kalteng dan Rp3.561 per kg tertinggi di Kaltim.

Di Kalimantan Tengah, Rapat Tim Penetapan Harga Pembelian TBS pada 3 September 2026 menetapkan kenaikan harga TBS berbagai kelompok umur; kelompok umur 10–20 tahun tercatat naik Rp5,52/kg menjadi Rp3.766,73/kg dibanding periode I Agustus 2026.

Rincian harga TBS mitra plasma Kalteng menunjukkan variasi menurut usia tanaman, dengan harga terendah untuk umur 3 tahun sebesar Rp3.080,59/kg dan harga tertinggi untuk umur 10–20 tahun sebesar Rp3.766,73/kg; kenaikan harga plasma pada periode ini berada di kisaran Rp1,37–Rp9,42/kg menurut data rapat.

Tim penetapan harga juga melaporkan rata-rata harga CPO lokal Kalteng pada periode II Agustus 2026 sebesar Rp15.540,28/kg, naik Rp104,02/kg dari periode I Agustus 2026 yang sebesar Rp15.436,26/kg, sementara rata-rata harga kernel lokal turun dari Rp13.501,55/kg menjadi Rp13.151,19/kg.

Untuk pekebun swadaya Kalteng, harga ditetapkan berdasarkan komposisi tenera-dura; komposisi 100% tenera dan 0% dura ditetapkan Rp3.449,87/kg, sedangkan komposisi 40% tenera–60% dura tercatat sebagai yang terendah di daftar swadaya pada periode yang sama.

Di Kalimantan Timur, laporan lokal menyebutkan harga TBS periode 16–31 Agustus 2026 kembali naik dan menembus Rp3.561/kg sebagai level tertinggi; artikel iNews Portal mencatat kenaikan itu untuk pekebun di wilayah Kaltim namun tidak merinci struktur umur atau komposisi tenera/dura seperti data Kalteng.

Faktor K untuk perhitungan harga TBS Kalteng dilaporkan tetap pada level 92,26 persen, data yang digunakan bersama daftar harga menurut umur tanaman dan komposisi buah untuk menetapkan harga pembelian bagi pekebun plasma dan swadaya.

Pergerakan harga lokal CPO dan kernel yang dilaporkan Tim Penetapan Harga Kalteng menjadi indikator internal yang dipakai untuk penetapan TBS regional; rapat pada 3 September 2026 menghasilkan daftar harga yang berlaku untuk periode 16–31 Agustus 2026 untuk pekebun mitra plasma dan swadaya di Provinsi Kalimantan Tengah.

Di Kaltim, pemberitaan menyatakan kenaikan hingga Rp3.561/kg untuk periode yang sama namun tidak menyertakan rincian lebih lanjut seperti perubahan CPO lokal atau faktor K; jadwal penetapan harga berikutnya tidak disebut dalam sumber Kaltim.

Sumber: