88 Pekebun Luwu Timur Dibekali Teknik Panen untuk Dorong Rendemen di Atas 16%

Petani sawit mengikuti pelatihan di kebun sawit untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas mereka.
(2026/08/19) Sebanyak 88 pekebun Luwu Timur mengikuti pelatihan panen dan pascapanen pada 7โ11 Agustus 2026 untuk mengatasi rendemen pabrik yang masih di angka 16%.
(2026/08/19) Sebanyak 88 pekebun dan penyuluh kelapa sawit Kabupaten Luwu Timur mengikuti Pelatihan Panen dan Pascapanen pada 7โ11 Agustus 2026 dengan tujuan meningkatkan mutu tandan buah segar (TBS) dan mendorong rendemen pabrik yang saat ini dilaporkan bertahan di kisaran 16 persen.
Pelatihan berlangsung di Hotel Novotel Grand Shayla Makassar sebagai bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 dan diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, serta PT Trifos Internasional Sertifikasi (TRIC).
Turiah, S.P., M.Si., yang mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan membuka acara dan mengapresiasi antusiasme peserta saat menyatakan pelatihan resmi dibuka. Dalam sambutannya ia membuka dengan pantun yang disambut meriah oleh peserta.
- Bank Sumsel Babel Tandatangani PKS Dukung Peremajaan Perkebunan Sawit Tahap VII 2026 (7 September 2026)
- Riau dan Bengkalis Perkuat Pelatihan Budidaya Sawit untuk Dongkrak Produktivitas Pekebun (10 Agustus 2026)
- Bappenas dan Pemprov Riau: Produktivitas Kunci Transformasi Sawit, Hilirisasi Harus Didukung Ekosistem (8 Agustus 2026)
- Harga TBS Varian Regional: Aceh Timur Rp3.732/kg, Aceh Barat Rp3.702/kg, Sumut Turun, Kaltim Rp3.561,69/kg (13 Agustus 2026)
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur, Abshar Abdur Razak, S.P., menyatakan bahwa rendemen pabrik di kabupaten tersebut selama ini ada yang bertahan di angka 16 persen dan menegaskan potensi rendemen bisa menembus lebih dari 25 persen dengan bibit unggul serta tata kelola panen yang disiplin.
Direktur Utama PT Trifos Internasional Sertifikasi, Rendy Agung Firmansyah, menyoroti dua masalah teknis utama di lapangan: kesalahan pemotongan tandan buah segar (TBS) dan keterlambatan pengangkutan buah ke pabrik. Ia mengatakan kedua faktor tersebut menurunkan mutu dan nilai jual TBS serta berdampak pada rendemen minyak sawit.
Materi pelatihan mencakup teknik memotong tangkai buah agar tidak terlalu panjang, penanganan TBS, dan percepatan pengangkutan ke pabrik; penyelenggara juga menargetkan pembentukan "Petani Sawit Cerdas" yang mengelola mutu berdasar standar teknis, bukan kebiasaan lama, sesuai penjelasan Rendy dalam acara.
Abshar mengaitkan peningkatan mutu TBS dengan kebijakan nasional integrasi biodiesel B50, menyebut kebijakan itu sebagai salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sawit di pasar domestik, dan meminta peserta untuk menyebarluaskan ilmu pelatihan kepada pekebun lain di daerah asalnya agar manfaat tersebar lebih luas.
Pelatihan itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pekebun melalui perbaikan rendemen. Panitia mencatat kegiatan merupakan sinergi BPDP, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Pemprov Sulawesi Selatan, Pemkab Luwu Timur, dan TRIC dalam rangka penguatan SDM perkebunan.
Jangka pendek, peserta diharapkan menerapkan teknik panen yang dibekali untuk mengurangi kesalahan pemotongan dan keterlambatan angkut; jadwal pelatihan tercatat berlangsung 7โ11 Agustus 2026 dan diikuti 88 orang dari Kabupaten Luwu Timur, menurut dokumen acara.
Sumber:
- 88 Pekebun Sawit Kabupaten Luwu Timur Ikuti Pelatihan BPDP, Dorong Peningkatan Rendemen dan Kesejahteraan โ Agrofarm
- Rendemen Sawit Luwu Timur Masih 16%, 88 Pekebun Dibekali Jurus Panen โ Sawit Indonesia
- BPDP dan PT Trifos Internasional Sertifikasi Perkuat SDM Pekebun Sawit Kabupaten Luwu Timur Lewat... โ Hortus