Riau dan Bengkalis Perkuat Pelatihan Budidaya Sawit untuk Dongkrak Produktivitas Pekebun

Logo BPDP yang terintegrasi dengan latar belakang kebun kelapa sawit, mencerminkan dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.
Pemerintah daerah dan BPDP gelar pelatihan budidaya; produktivitas sawit rakyat Riau masih sekitar 3–3,3 ton/ha, jauh di bawah potensi 5–6 ton/ha.
(2026/08/10) Pemerintah daerah Riau bersama BPDP, Ditjenbun Kementan dan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya menggelar serangkaian pelatihan teknis budidaya kelapa sawit untuk pekebun rakyat sebagai upaya menaikkan produktivitas yang masih rendah di wilayah tersebut.
Pelatihan digelar dalam beberapa angkatan di Pekanbaru dan diikuti total 89-90 peserta dari Kabupaten Bengkalis yang dibagi ke dalam tiga kelas; kegiatan merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian serta dilaksanakan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB).
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Supriadi menyoroti bahwa rendahnya hasil kebun rakyat bukan semata-mata masalah lahan, melainkan juga pola pengelolaan yang belum optimal. Ia mengatakan pekebun harus meningkatkan standar budidaya dan menargetkan hasil yang lebih tinggi, mengutip capaian beberapa perkebunan yang mampu menghasilkan hingga 24–28 ton TBS per hektare per tahun sebagai tolok ukur praktik yang lebih baik.
- Harga TBS Varian Regional: Aceh Timur Rp3.732/kg, Aceh Barat Rp3.702/kg, Sumut Turun, Kaltim Rp3.561,69/kg (13 Agustus 2026)
- Harga TBS Sawit Swadaya Sumut Menguat, Madina Catat Rp3.500/kg (4 September 2026)
- BPDP dan Ditjenbun Dorong Pekebun Rokan Hilir Naik Kelas lewat Pelatihan Budidaya Sawit (31 Agustus 2026)
- Harga TBS Sumut Bergerak Variatif; TBS Mitra Plasma Catat Kenaikan hingga Rp157/kg (26 Agustus 2026)
Direktur Tim Kerja Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Ditjenbun, Tulus Tri Margono, menyampaikan angka produktivitas sawit rakyat saat ini masih berada di kisaran 3,3 ton per hektare per tahun, padahal potensi produktivitas dapat mencapai 5–6 ton per hektare per tahun. Menurut Tulus, selisih tersebut menunjukkan ruang besar untuk peningkatan melalui perbaikan kualitas SDM pekebun dan penerapan teknik budidaya yang sesuai.
Materi pelatihan mencakup pemilihan bibit, pemupukan yang berdasarkan analisis kebutuhan unsur hara, sanitasi kebun, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), pengelolaan serangga penyerbuk, serta penanganan tanaman tua. Tulus menekankan pentingnya penggunaan benih tersertifikasi, karena penggunaan benih ilegitim berpotensi menurunkan produktivitas dan memperpendek umur produktif tanaman.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Khairul Ashri, mengatakan peningkatan kapasitas SDM pekebun merupakan investasi jangka panjang untuk areal perkebunan sekitar 157 ribu hektare di Bengkalis. Pada 2026, Khairul merekomendasikan 496 SDM Bengkalis mengikuti berbagai program pelatihan, dengan 274 orang telah mengikuti pelatihan budidaya kelapa sawit.
PT SIB melengkapi pelatihan dengan praktik lapangan, kata Direktur Utama PT SIB Andi Yusuf Akbar, sehingga peserta tidak hanya mendapat teori tetapi juga pengalaman aplikasi teknik di kebun. Tulus mendorong pekebun yang memiliki tanaman tua atau benih tidak bersertifikat untuk mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai salah satu langkah meningkatkan produktivitas.
Peserta pelatihan diharapkan menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kebun masing-masing dan menularkan praktik tersebut ke pekebun lain, kata Khairul; pelatihan bertujuan agar perubahan pola budidaya bukan hanya berhenti di ruang kelas tetapi berdampak langsung pada produksi dan kesejahteraan pekebun.
Sumber: