Harga TBS Sawit Swadaya Sumut Menguat, Madina Catat Rp3.500/kg

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
(2026/09/04) Harga TBS kelapa sawit di Sumatera Utara melonjak ke kisaran Rp2.950–Rp3.500 per kg, dengan Mandailing Natal memimpin.
(2026/09/04) Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit swadaya di beberapa kabupaten/kota Sumatera Utara tercatat pada kisaran Rp2.950-Rp3.500 per kg pada awal September 2026.
Data Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara menunjukkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mencatat harga tertinggi Rp3.500/kg, sedangkan harga terendah tercatat di Kabupaten Deli Serdang dan Pakpak Bharat masing-masing Rp2.950/kg.
Beberapa sentra sawit lainnya juga memberikan harga kompetitif: Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Rp3.320/kg, Langkat Rp3.185/kg, Padang Lawas (Palas) Rp3.150/kg, Serdang Bedagai Rp3.210/kg, dan Batu Bara Rp3.050/kg.
- Harga TBS Nasional Naik Tipis; Sumbar Tertinggi, Banten Terendah; Kalsel Catat Kenaikan Periode II Juli (27 Juli 2026)
- Harga TBS Sumut Bergerak Variatif; TBS Mitra Plasma Catat Kenaikan hingga Rp157/kg (26 Agustus 2026)
- Vision AI on‑premises Dipakai untuk Pantau Sawit dari Pembibitan hingga Panen (12 Agustus 2026)
- BPDP Ajak Mahasiswa Kerjakan Riset Terapan untuk Genjot Produktivitas Sawit, Kakao, dan Kelapa (8 Agustus 2026)
Di pantai timur Sumatera Utara, harga TBS tercatat: Asahan Rp3.010/kg, Labuhanbatu Selatan Rp3.000/kg, Simalungun Rp3.000/kg, dan Labuhanbatu Utara Rp2.980/kg. Untuk kawasan Tapanuli, Tapanuli Selatan tercatat Rp2.980/kg dan Tapanuli Tengah Rp2.960/kg.
Secara agregat, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara mencatat bahwa harga TBS petani di awal September 2026 "terpantau terus membaik", yang menurut laporan diharapkan dapat menjaga pendapatan pekebun di tengah tantangan cuaca dan fluktuasi pasar minyak sawit mentah (CPO) global.
Kenaikan harga TBS di daerah-daerah ini memberikan konteks bagi rantai pasok pengolahan dan penjualan CPO di Sumut, di mana pabrik-pabrik pengolahan regional biasanya menyesuaikan pembelian TBS harian berdasarkan harga kebun. Pergerakan harga TBS lokal juga berhubungan dengan dinamika harga CPO internasional dan musim panen lokal yang mempengaruhi pasokan tandan ke pabrik.
Untuk perbandingan historis, laporan menyebutkan kondisi harga TBS pada awal September 2026 berada pada level yang lebih baik dibandingkan periode beberapa minggu sebelumnya menurut catatan Dinas Perkebunan, meskipun laporan tidak menyertakan angka kuartal atau YoY spesifik.
Pemerintah pusat dan pelaku industri sawit yang relevan (seperti kebijakan B35 untuk biodiesel, pungutan ekspor, dan kepatuhan sertifikasi seperti ISPO/EUDR) tetap menjadi faktor kebijakan yang berdampak pada harga TBS melalui permintaan domestik untuk bahan baku biodiesel dan syarat ekspor, meskipun detail kebijakan terbaru tidak dicantumkan dalam rilis Dinas Perkebunan Sumut.
Rincian distribusi harga antarkabupaten yang dilaporkan oleh Dinas Perkebunan Sumut adalah berikut: Mandailing Natal Rp3.500/kg; Paluta Rp3.320/kg; Serdang Bedagai Rp3.210/kg; Langkat Rp3.185/kg; Palas Rp3.150/kg; Batu Bara Rp3.050/kg; Asahan Rp3.010/kg; Labuhanbatu Selatan Rp3.000/kg; Simalungun Rp3.000/kg; Labuhanbatu Utara Rp2.980/kg; Tapanuli Selatan Rp2.980/kg; Tapanuli Tengah Rp2.960/kg; Deli Serdang dan Pakpak Bharat Rp2.950/kg.
Penutup laporan menyatakan bahwa kondisi harga TBS awal September 2026 di Sumatera Utara dipandang cukup baik oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara dan diharapkan menopang pendapatan pekebun menjelang musim panen berikutnya.
Sumber: