BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

BPDP Ajak Mahasiswa Kerjakan Riset Terapan untuk Genjot Produktivitas Sawit, Kakao, dan Kelapa

8 Agustus 2026|Mahasiswa Diajak Perdalam Riset
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
BPDP Ajak Mahasiswa Kerjakan Riset Terapan untuk Genjot Produktivitas Sawit, Kakao, dan Kelapa

Logo BPDP yang terintegrasi dengan latar belakang kebun kelapa sawit, mencerminkan dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.

BPDP meluncurkan Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026–2027 untuk mendorong solusi praktis meningkatkan produktivitas sawit, kakao, dan kelapa tanpa tambahan lahan.

(2026/08/08) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Web Seminar Call for Proposal dan mengundang mahasiswa untuk berpartisipasi dalam Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026–2027 sebagai bagian dukungan riset untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit, kakao, dan kelapa tanpa menambah luasan lahan.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah menekankan perlunya keterlibatan generasi muda serta perguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang relevan dan memberi manfaat nyata bagi pekebun dan industri. Program lomba ini dikatakan sebagai salah satu bentuk dukungan BPDP terhadap penelitian dan pengembangan komoditas perkebunan, dengan tujuan mendorong gagasan yang kreatif, inovatif, aplikatif, dan dapat dikembangkan lebih lanjut.

Dr. Bandung Sahari, anggota Tim Penilai Lomba Riset BPDP, memaparkan bahwa porsi pekebun rakyat sangat besar pada ketiga komoditas tersebut: sekitar 41 persen areal perkebunan kelapa sawit dikelola pekebun rakyat, sementara lebih dari 90 persen perkebunan kakao dan kelapa berada di tangan pekebun rakyat. Proporsi ini menjadikan peningkatan produktivitas pekebun rakyat sebagai kunci bagi masa depan industri perkebunan Indonesia.

BPDP menekankan fokus riset pada upaya meningkatkan produktivitas tanpa konversi lahan, sekaligus menjaga aspek lingkungan dan memenuhi komitmen pembangunan rendah karbon. Bandung menyoroti pertanyaan sentral yang harus dijawab melalui riset: bagaimana meningkatkan produktivitas sawit, kakao, dan kelapa tanpa menambah luasan lahan dan memastikan solusi tetap terjangkau serta dapat diterapkan oleh pekebun rakyat.

Pada komoditas sawit, BPDP mengidentifikasi kendala produktivitas pekebun rakyat seperti akses terhadap benih unggul, pupuk, pembiayaan, praktik pembibitan, pengendalian penyakit, dan penerapan praktik budidaya baik. Untuk kakao dan kelapa, tantangan yang disebutkan meliputi tanaman tua, dampak perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, mutu hasil panen, serta keterbatasan akses teknologi dan pasar.

BPDP mendorong agar karya mahasiswa tidak berhenti pada gagasan akademis semata, melainkan menghasilkan inovasi yang aplikatif bagi pekebun rakyat. Riset yang diharapkan antara lain solusi untuk perbaikan rantai pasok benih, teknik budidaya hemat input, metode pengendalian hama terpadu yang murah, serta mekanisme pembiayaan mikro yang sesuai kebutuhan pekebun.

Program lomba riset ini dijadwalkan untuk periode 2026–2027 dan merupakan bagian dari agenda BPDP untuk mendorong penelitian dan pengembangan komoditas perkebunan, sekaligus mendukung upaya peningkatan produktivitas tanpa perluasan lahan yang diwarnai kebutuhan perlindungan lingkungan dan pengendalian konversi lahan.

Sumber: