BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Harga TBS Nasional Naik Tipis; Sumbar Tertinggi, Banten Terendah; Kalsel Catat Kenaikan Periode II Juli

27 Juli 2026|Daftar Harga Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS Nasional Naik Tipis; Sumbar Tertinggi, Banten Terendah; Kalsel Catat Kenaikan Periode II Juli

Logo APKASINDO memperkuat dukungan bagi petani kelapa sawit Indonesia dalam menghadapi tantangan industri.

(2026/07/27) Rata-rata harga TBS plasma nasional naik menjadi Rp3.500/kg pada periode 20โ€“26 Juli 2026, didorong kenaikan CPO dan PK di beberapa daerah.

(2026/07/27) Rata-rata harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit plasma nasional tercatat Rp3.500 per kilogram pada periode 20โ€“26 Juli 2026, naik Rp16 atau 0,5 persen dibandingkan pekan sebelumnya menurut Laporan Harga TBS APKASINDO.

Pergerakan mingguan menunjukkan distribusi harga yang lebar antarprovinsi: Sumatera Barat memimpin dengan harga TBS plasma Rp3.972/kg, diikuti Sumatera Utara Rp3.966/kg dan Riau Rp3.930/kg, sedangkan Banten berada di posisi terendah dengan Rp2.751/kg, jauh di bawah rata-rata nasional.

APKASINDO mencatat indeks TBS nasional 90 dan rata-rata harga CPO nasional Rp14.985/kg untuk periode tersebut, data yang menjadi dasar perbandingan harga plasma dan swadaya pada 22 provinsi yang dimonitor.

Di tingkat regional, laporan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan menunjukkan kenaikan komponen pembentuk harga: minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan sebesar Rp15.266,27/kg dan inti sawit (PK) naik 5,20 persen menjadi Rp12.526,26/kg, yang mendorong harga TBS mitra plasma tertinggi untuk umur 10โ€“20 tahun sebesar Rp3.710,24/kg.

Rincian harga TBS Kalimantan Selatan periode II Juli 2026 menurut data resmi Disbun setempat meliputi harga per umur tanaman, antara lain: umur 3 tahun Rp3.000,01/kg; umur 10โ€“20 tahun Rp3.710,24/kg; dan umur 30 tahun Rp2.730,65/kg, menunjukkan penetapan berbeda berdasarkan umur pohon.

Selain kenaikan tipis harga plasma, APKASINDO melaporkan harga TBS petani swadaya rata-rata Rp2.984/kg, naik Rp14 atau 0,5 persen; selisih rata-rata antara plasma dan swadaya mencapai Rp516/kg atau sekitar 17,3 persen, menandakan disparitas harga antar-skema masih lebar.

APKASINDO juga menghitung nilai wajar TBS berdasarkan acuan harga CPO dunia sebesar Rp5.173/kg; harga plasma masih 32,3 persen di bawah nilai wajar dan harga swadaya 42,3 persen di bawah nilai wajar, sementara proyeksi statistik organisasi memperkirakan tren harga TBS nasional empat pekan ke depan cenderung melemah sekitar 1 persen, catatan yang bersifat indikatif.

Secara provinsi, daftar lengkap menunjukkan variasi CPO pendamping: Sumatera Utara CPO Rp15.563/kg, Riau Rp15.569/kg, Kalimantan Selatan Rp15.266/kg, Papua Rp14.642/kg, dan Papua Barat CPO Rp13.785/kg; beberapa provinsi melaporkan CPO yang lebih tinggi sejalan dengan harga TBS plasma yang lebih tinggi.

Penetapan indeks K di Kalimantan Selatan ditetapkan 93,68 persen sebagai dasar pembagian hasil antara pekebun dan perusahaan pengolah dalam rapat Tim Penetapan Harga TBS Provinsi yang dipimpin Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, drh. Suparmi, MS.

Catatan terakhir dari data yang dirilis: rentang harga TBS petani swadaya di PKS tercatat Rp2.750โ€“Rp3.350/kg, rentang TBS petani bermitra/plasma Rp2.751โ€“Rp3.972/kg, dan perkiraan Harga Pokok Produksi (HPP) berada di kisaran Rp1.750โ€“Rp2.000/kg, yang menjadi acuan biaya dasar produksi.

Sumber: