Penerimaan Bea dan Cukai Indonesia Tumbuh Meski Tertekan oleh Penurunan Impor Beras

Eddy Martono memberikan pidato dalam acara GAPKI, membahas isu-isu terkini industri kelapa sawit Indonesia.
Penerimaan bea dan cukai Indonesia mengalami pertumbuhan positif di awal tahun 2025, namun ada penurunan signifikan pada bea masuk yang dipengaruhi oleh tidak adanya impor beras.
Penerimaan bea dan cukai Indonesia menunjukkan kinerja yang menggembirakan di awal tahun 2025, meskipun terdapat penurunan pada sektor bea masuk. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan melaporkan bahwa total penerimaan cukai dan kepabeanan mencapai Rp 77,5 triliun hingga Maret 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 9,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dan setara dengan 25,7% dari target yang ditetapkan.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh penerimaan bea keluar yang meningkat signifikan, mencapai Rp 8,8 triliun atau tumbuh 110,6% year on year. Namun, tidak semua sektor menunjukkan performa yang baik. Penerimaan bea masuk justru mengalami penurunan sebesar 5,8%, dengan total penerimaan mencapai Rp 11,3 triliun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh tidak adanya impor beras, yang sebelumnya menjadi salah satu komoditas penting dalam bea masuk.
Askolani menjelaskan bahwa pada tahun 2024, Badan Urusan Logistik (Bulog) masih melakukan impor beras, tetapi pada tahun 2025, tidak ada kuota impor yang diberikan. Hal ini menjadi faktor utama penyebab terjadinya penurunan pada penerimaan bea masuk, yang sebelumnya berkontribusi signifikan terhadap total penerimaan DJBC. Dengan berkurangnya impor beras, tantangan bagi pemerintah adalah mencari alternatif untuk mengisi kekosongan tersebut guna menjaga stabilitas penerimaan negara.
- Kenaikan Pungutan Ekspor CPO Memicu Protes Petani dan Pengusaha (23 Februari 2026)
- Kenaikan Pungutan Ekspor CPO: Dampak dan Tantangan bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia (23 Februari 2026)
- Pajak Ekspor dan RUU Masyarakat Adat Warnai Kebijakan Sawit 2026 (23 Maret 2026)
- Kenaikan Pungutan Ekspor CPO: Pengusaha Menyuarakan Penundaan di Tengah Tantangan Pasar (23 Februari 2026)
Ke depannya, DJBC akan terus berupaya memaksimalkan potensi penerimaan dari sektor lain, termasuk bea keluar yang menunjukkan pertumbuhan sangat positif. Selain itu, pemulihan ekonomi yang terus berlangsung juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja penerimaan bea dan cukai. Dengan langkah-langkah strategis dan kebijakan yang tepat, diharapkan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dapat terus meningkat meskipun dalam kondisi tantangan yang ada.
Sumber:
- Tak Ada Impor Beras, Setoran Bea Masuk Turun 5,8% — Detik (2025-05-07)