BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Regulasi & Perizinan

Program PSR Mempercepat Peremajaan Sawit, Capaian Tembus 2.287 Hektare

3 April 2026|Realisasi Rekomtek Capai 2.287
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Program PSR Mempercepat Peremajaan Sawit, Capaian Tembus 2.287 Hektare

Seorang petani melakukan peremajaan sawit rakyat (PSR) dengan menanam kembali pohon kelapa sawit di lahan pertanian.

Realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menunjukkan kemajuan signifikan, dengan capaian seluas 2.287 hektare di awal 2026, meningkatkan produktivitas pertanian kelapa sawit.

(2026/04/03) Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Indonesia mengalami kemajuan yang signifikan dengan realisasi Rekomendasi Teknis (Rekomtek) mencapai 2.287 hektare hingga Februari 2026. PTPN IV PalmCo, sub-holding BUMN perkebunan, mencatatkan pertumbuhan 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menegaskan komitmen dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit rakyat.

Peremajaan sawit merupakan inisiatif penting dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh petani kelapa sawit. Capaian ini menjadi angin segar bagi industri sawit di Indonesia, yang selama ini berjuang menghadapi masalah produktivitas dan keberlanjutan. Dengan meningkatnya luas lahan yang menjalani peremajaan, diharapkan kualitas dan hasil produk kelapa sawit dapat lebih baik.

Walau demikian, total realisasi Rekomtek PSR tahun ini baru mencapai 14.581 hektare, menandakan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai target yang lebih besar. Hal ini menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut dalam memotivasi petani untuk ikut serta dalam program ini. Dalam konteks ini, PalmCo terus berupaya untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan petani.

Salah satu pendekatan yang dianggap efektif adalah penerapan sistem tumpang sari. Konsep ini tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan petani selama proses peremajaan, tetapi juga mendukung keberagaman usaha tani. Dengan mengombinasikan berbagai jenis tanaman, petani dapat memaksimalkan penggunaan lahan dan mendapatkan pendapatan yang lebih stabil.

Kendati pencapaian awal tahun ini menunjukkan kemajuan, tantangan tetap ada. Proyeksi ke depan pun menuntut adanya kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat realisasi PSR. Pembinaan dan pendampingan bagi petani menjadi kunci untuk memastikan program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang pakar agribisnis, “Keberhasilan PSR tidak hanya tergantung pada jumlah hektare yang diremajakan, tetapi juga pada kualitas pendampingan yang diberikan kepada petani dalam mengelola kebun mereka.” Ini menjadi pengingat bahwa investasi dalam pendidikan dan pelatihan petani sama pentingnya dengan investasi dalam infrastruktur fisik.

Sumber: