Kenaikan Harga CPO dan Tren Ekspor POME: Dinamika Pasar Kelapa Sawit Indonesia

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah mengalami kenaikan sementara tren ekspor POME menunjukkan lonjakan signifikan, melampaui CPO. Kebijakan baru juga diterapkan dalam penggunaan biodiesel berbasis minyak sawit.
Industri kelapa sawit Indonesia tengah mengalami perubahan signifikan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dan tren ekspor yang menunjukkan perkembangan positif, terutama untuk produk sampingan seperti Palm Oil Mill Effluent (POME).
Harga CPO di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom tercatat naik 0,77% menjadi Rp. 13.895/kg pada tanggal 10 Januari 2025. Kenaikan ini mencerminkan pergerakan positif di pasar, di mana harga CPO sebelumnya berada di Rp. 13.789/kg. Sementara itu, harga CPO di beberapa lokasi seperti Franco Dumai dan Teluk Bayur juga menunjukkan angka yang kompetitif, yaitu masing-masing Rp. 13.895/kg dan Rp. 13.765/kg.
Di sisi lain, tren ekspor POME dan High Acid Palm Oil Residue (HAPOR) menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Data dari Januari hingga Oktober 2024 menunjukkan bahwa ekspor POME dan HAPOR mencapai 3,45 juta ton, melampaui ekspor CPO yang hanya 2,70 juta ton. Pertumbuhan ini tidak hanya terlihat pada tahun 2024 tetapi juga mencolok pada tahun 2023, di mana ekspor POME dan HAPOR mencapai 4,87 juta ton dibandingkan dengan CPO yang hanya 3,60 juta ton. Rata-rata pertumbuhan ekspor POME dan HAPOR selama lima tahun terakhir mencapai 20,74 persen per tahun, sementara ekspor CPO mengalami penurunan sebesar 19,54 persen per tahun.
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO Tembus Rp15.600 di Tengah Penahanan Pembelian India (27 Maret 2026)
- Harga CPO Berpotensi Naik Terkait Konflik Geopolitik, Harga Sawit Jambi Meningkat (27 Maret 2026)
- Kinerja CPO Positif 2026, Petani Minta Cangkang Dihitung dalam Harga (29 Maret 2026)
Kenaikan harga CPO dan tren ekspor POME ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan biodiesel berbasis minyak sawit. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan kebijakan mandatori B40, yang merupakan campuran 40% biodiesel berbasis minyak sawit dalam bahan bakar solar. Kebijakan ini telah berlaku sejak 1 Januari 2025 dan diharapkan dapat mengurangi emisi serta ketergantungan impor solar. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, menekankan bahwa kebijakan ini berlaku untuk semua sektor, baik yang termasuk dalam Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO.
Dengan dinamika pasar yang terus berkembang, baik dari segi harga maupun volume ekspor, industri kelapa sawit Indonesia menunjukkan potensi yang besar untuk terus berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Kebijakan pemerintah yang mendukung penggunaan produk nabati juga diharapkan dapat memberikan dorongan lebih lanjut bagi sektor ini.
Sumber:
- B40 non-PSO Dihargai Rp 13 Ribuan โ Sawit Indonesia (2025-01-10)
- Tren Ekspor POME Lampui Volume Ekspor CPO, Aturan Ketat Diberlakukan โ Info Sawit (2025-01-10)
- Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,77 Persen Pada Jumat (10 per 1), Harga CPO di Bursa Malaysia Naik Tipis โ Info Sawit (2025-01-10)