Harga TBS Sawit Turun, Saham Emiten Perkebunan Menguat pada April 2026

Harga TBS kelapa sawit meningkat, memberikan harapan baru bagi petani di Indonesia amid tantangan industri.
Harga TBS kelapa sawit di Riau mengalami penurunan, sementara saham emiten perkebunan sawit mengalami penguatan yang signifikan di pasar.
(2026/04/21) Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Riau mengalami penurunan pada periode 22 hingga 28 April 2026, sementara saham emiten perkebunan sawit menunjukkan penguatan yang signifikan. Penetapan harga TBS untuk mitra swadaya ditetapkan sebesar Rp3.956 per kg, sedangkan untuk mitra plasma menjadi Rp3.948 per kg.
Penasihat Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, menyatakan bahwa penetapan harga TBS mengikuti regulasi terbaru, termasuk Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Penetapan ini juga mempertimbangkan hasil kajian dari PPKS Medan untuk menentukan rentang umur tanaman yang optimal. Penurunan harga TBS ini mencerminkan dinamika pasar yang dapat mempengaruhi pendapatan petani sawit di provinsi tersebut.
Di sisi lain, sentimen positif muncul di pasar saham emiten perkebunan sawit. Saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) memimpin penguatan dengan kenaikan 5,30 persen menjadi Rp139 per saham. Selain itu, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 3,17 persen dan 2,56 persen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga TBS mengalami penurunan, kepercayaan investor terhadap sektor perkebunan sawit tetap kuat.
- Harga CPO Diperkirakan Tinggi, Ekspor Sawit Meningkat 29,2% di 2025 (8 April 2026)
- Harga TBS Sawit Kalbar Tembus Rp3.765, CPO Menguat 0,63% di Pasar Global (10 April 2026)
- Kenaikan Harga Sawit di Riau Tembus Rp4.075 per Kg pada April 2026 (7 April 2026)
- Harga TBS Naik di Aceh, Namun PKS di Luwu Utara Anjlok (10 April 2026)
Pada periode yang sama, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) dan PT Pulau Subur Tbk (PTPS) juga mencatatkan penguatan saham, masing-masing naik 2,78 persen dan 1,61 persen. Penguatan ini terjadi di tengah volatilitas harga minyak sawit global yang cenderung naik, berkontribusi positif terhadap sentimen pasar untuk emiten sawit. Kenaikan harga CPO global juga menjadi faktor penggerak bagi emiten di dalam negeri, membantu meningkatkan nilai saham mereka.
Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa harga TBS bisa kembali berfluktuasi tergantung pada permintaan pasar dan kondisi cuaca yang mempengaruhi hasil panen. Meskipun ada penurunan harga saat ini, potensi pemulihan harga TBS tetap ada, tergantung pada dinamika pasar yang lebih luas. Dengan penguatan saham emiten perkebunan, investor mungkin melihat peluang untuk berinvestasi lebih lanjut di sektor ini.
Dengan situasi seperti ini, penting bagi pelaku industri untuk terus memantau perkembangan harga TBS dan respons pasar. Sebagaimana diungkapkan oleh Supriadi, Kepala Dinas Perkebunan Riau, "Kami akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian harga agar tetap mengikuti perkembangan pasar dan memberikan dampak positif bagi petani."
Sumber:
- Saham Emiten Perkebunan Sawit Menguat, PT Eagle High Plantations Tbk Memimpin Dengan Kenaikan Tertinggi — Sawit Indonesia
- Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Swadaya Riau Sebesar Rp3.956 per Kg — Media Center Riau
- Turun Tipis, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Jadi Rp3.948 per Kg — Media Center Riau