BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Ekspor & Impor

Impor Minyak Sawit India Turun 19%, Harga CPO Diprediksi Stabil

13 April 2026|Impor minyak sawit India
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Impor Minyak Sawit India Turun 19%, Harga CPO Diprediksi Stabil

Pelabuhan eksklusif ini sibuk dengan aktivitas ekspor CPO, mendukung peningkatan angka ekspor sawit Indonesia.

Impor minyak sawit India turun 19% pada Maret 2026, sementara harga CPO diperkirakan stabil dipicu oleh permintaan biodiesel dan pasokan yang ketat.

(2026/04/13) Impor minyak sawit India mengalami penurunan signifikan pada Maret 2026, turun hampir 19% menjadi 689.462 metrik ton. Penurunan ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak nabati global yang mendorong pelaku industri pengolahan untuk menahan pembelian.

Data dari Solvent Extractors' Association of India (SEA) menunjukkan bahwa angka impor pada bulan Maret adalah yang terendah sejak Desember 2025, di mana pada bulan sebelumnya, Februari 2026, impor mencapai 847.689 ton. Penurunan ini mencerminkan strategi para pelaku industri yang lebih memilih menunggu koreksi harga, setelah reli tajam harga minyak nabati tropis.

Situasi ini dapat berpotensi menggerus stok domestik di India, yang pada gilirannya dapat mendorong kenaikan harga minyak biji-bijian lokal. Hal ini menjadi perhatian penting bagi industri sawit, mengingat India merupakan salah satu pasar utama bagi minyak sawit Indonesia.

Sementara itu, di sisi pasar CPO, harga minyak sawit mentah diperkirakan tetap didukung oleh permintaan biodiesel yang meningkat dan pasokan yang ketat. Di Malaysia, diperkirakan bahwa stok minyak sawit akan mendekati level psikologis dua juta ton dalam dua bulan ke depan. Penurunan stok ini merupakan yang paling tajam sejak Maret 2023, karena negara-negara pengimpor utama meningkatkan pengumpulan stok di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.

Harga CPO mengalami lonjakan lebih dari 19% pada bulan Maret, didorong oleh kenaikan harga minyak mentah dan biaya pengiriman yang meningkat akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Menurut Public Investment Bank Bhd, faktor-faktor ini telah meningkatkan daya tarik CPO di pasar global, meskipun ada tantangan dari penurunan impor minyak sawit India.

Dengan adanya proyeksi bahwa situasi pasokan akan terus ketat, industri sawit Indonesia perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi dinamika pasar global. Namun, tantangan dari penurunan impor India juga harus diperhatikan, mengingat pentingnya pasar tersebut bagi kelangsungan ekspor sawit Indonesia.

β€œKami berharap adanya perbaikan dalam permintaan seiring waktu, namun pelaku pasar tetap perlu waspada terhadap fluktuasi yang mungkin terjadi,” ungkap seorang analis pasar.

Sumber: