BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO Terpuruk, Menyongsong Masa Depan yang Suram

22 Februari 2026|Penurunan Harga CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO Terpuruk, Menyongsong Masa Depan yang Suram

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir, menandakan tantangan besar bagi industri kelapa sawit.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, mencerminkan kondisi pasar yang semakin lesu. Pada Selasa, 17 Desember 2024, harga CPO di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom tercatat mencapai Rp. 15.200/kg, namun hanya dalam waktu satu hari harga tersebut anjlok menjadi Rp. 14.919/kg pada Rabu, 18 Desember 2024. Penurunan ini menunjukkan dampak dari penawaran yang melemah dan fluktuasi harga di bursa pasar global.

Menurut laporan dari KPBN, harga CPO Dumai pada 18 Desember 2024 ditetapkan di level Rp. 14.919/kg, sementara harga di Teluk Bayur dan Kalsel masing-masing tercatat Rp. 14.789/kg dan Rp. 14.200/kg. Penurunan harga ini mencerminkan penurunan sekitar 1,85% atau Rp. 281/kg dibandingkan dengan harga sebelumnya yang mencapai Rp. 15.200/kg. Ini adalah penurunan yang signifikan dalam waktu yang singkat, menambah kekhawatiran akan masa depan harga CPO yang semakin tidak menentu.

Di sisi lain, pengamat pasar dari Universitas Sumatera Utara, Wahyu Ario Pratomo, menyampaikan bahwa kondisi ini menciptakan bayang-bayang suram bagi harga CPO di pasar global dan domestik. Hal ini sejalan dengan tren penurunan yang terjadi di Bursa Malaysia, di mana harga kontrak minyak sawit berjangka mengalami penurunan untuk sesi keempat berturut-turut. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh melemahnya harga minyak nabati lain yang berimbas pada harga CPO.

Dalam tender yang diselenggarakan oleh PT KPBN pada 18 Desember, harga CPO tercatat telah jatuh ke level Rp. 14.000-an, yang menunjukkan kerentanan pasar terhadap perubahan kondisi global. Sebelumnya, harga CPO masih berada di level yang lebih baik, yaitu Rp. 15.320-an untuk Pelabuhan Dumai. Kini, dengan harga yang terjun bebas, industri kelapa sawit Indonesia menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan stabilitas dan keberlanjutan produksinya.

Para pelaku industri harus bersiap untuk menghadapi kemungkinan penurunan lebih lanjut di masa mendatang, terutama jika kondisi pasar global tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Penurunan yang terjadi dalam waktu singkat ini jelas menjadi indikator bahwa industri kelapa sawit harus lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin kompleks.

Sumber:

  • Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Selasa (17 per 12), Harga CPO di Bursa Malaysia Masih Terkoreksi โ€” Info Sawit (2024-12-18)
  • Harga CPO KPBN Inacom Anjlok Pada Rabu (18 per 12), Harga CPO di Bursa Malaysia Masih Lesu โ€” Info Sawit (2024-12-18)
  • Ambruk ke Level Rp 14.000-an harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 18 Desember 2024 โ€” Media Perkebunan (2024-12-18)