Harga CPO Menguat di Tengah Lonjakan Impor Minyak Sawit India dan Aktivitas Pasar Saham

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami peningkatan yang signifikan berkat lonjakan impor dari India serta penguatan di Bursa Malaysia, sementara aktivitas pasar saham domestik menunjukkan tren positif.
(2025/07/14) Indonesia menyaksikan pergerakan positif di pasar minyak sawit mentah (CPO) di tengah lonjakan impor dari India yang mencapai level tertinggi dalam hampir satu tahun. Pada hari ini, harga CPO di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan sebesar Rp14.245 per kilogram, meningkat sekitar Rp95 atau 0,67% dibandingkan harga sebelumnya.
Di Bursa Malaysia, CPO juga menunjukkan tren penguatan. Harga kontrak acuan CPO untuk pengiriman September 2025 tercatat naik RM32, didukung oleh tren kenaikan harga minyak nabati global dan pelemahan nilai tukar ringgit yang meningkatkan daya saing ekspor Malaysia. Harga CPO Malaysia pada perdagangan sore ini tercatat naik 1,27% menjadi RM4.228 per ton, menjadikannya tetap berada di atas RM4.200 per ton.
Lonjakan impor minyak sawit oleh India yang mencapai 955.683 ton pada bulan Juni 2025, atau meningkat lebih dari 60% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi faktor tambahan yang mendongkrak harga CPO. Menurut laporan dari Asosiasi Ekstraktor Pelarut India (SEA), kenaikan ini didorong oleh selisih harga yang menguntungkan dibandingkan minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari, serta kebutuhan untuk mengisi kembali stok domestik yang menipis.
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
- Harga TBS dan CPO di Sumut Alami Kenaikan Signifikan Pekan Ini (1 April 2026)
- Harga Referensi CPO April 2026 Naik 5,41% Dipicu Permintaan Global (1 April 2026)
- Harga CPO Naik Menjadi Rp16.050 per Kg, Proyeksi Kenaikan Berlanjut (31 Maret 2026)
Aktivitas di pasar saham domestik juga menunjukkan sinyal positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan 2,65% selama sepekan, mencapai 7.055,79 pada Jumat (11/7/2025). Meskipun investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp2,80 triliun, terdapat sejumlah saham yang menarik perhatian, mendorong pergerakan IHSG meski dalam kondisi pasar yang berfluktuasi.
Secara keseluruhan, kombinasi antara peningkatan permintaan global, terutama dari India, serta penguatan di pasar saham menciptakan suasana optimis bagi industri kelapa sawit Indonesia. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian dan pasar komoditas global.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Senin (14 per 7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat โ Info Sawit (2025-07-14)
- Impor Minyak Sawit India Tembus Tertinggi dalam 11 Bulan, Dorong Harga di Pasar Global โ Info Sawit (2025-07-14)
- Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Pesta Pora โ CNBC (2025-07-14)
- Ringgit dan Kedelai Bikin Naik Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 14 Juli 2025 โ Media Perkebunan (2025-07-14)