Situs ini hasil automasi. Seluruh artikel disusun otomatis dan bisa memuat kekeliruan. Tetap rujuk sumber asli yang tercantum di setiap artikel.

BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Ekspor & Impor

GAPKI Proyeksikan Ekspor CPO 2027 Turun ke 26,5 Juta Ton Imbas B50 dan El Nino

11 Oktober 2026|Proyeksi ekspor CPO 2027
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
GAPKI Proyeksikan Ekspor CPO 2027 Turun ke 26,5 Juta Ton Imbas B50 dan El Nino

Logo GAPKI, organisasi pengusaha kelapa sawit Indonesia, memperkuat komitmen industri dalam keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya.

(2026/10/11) GAPKI memproyeksikan ekspor CPO Indonesia turun menjadi 26,5 juta ton pada 2027 karena B50 dan tekanan produksi El Nino.

(2026/10/11) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memproyeksikan ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia turun menjadi 26,5 juta ton pada 2027, terdorong oleh peningkatan kebutuhan domestik untuk program biodiesel B50 dan potensi tekanan produksi akibat El Nino.

Gapki memperkirakan produksi CPO Indonesia pada 2027 mencapai 56,6 juta ton, turun dari proyeksi 58,8 juta ton pada 2026, sementara konsumsi domestik diperkirakan meningkat menjadi 30 juta ton dari 27,11 juta ton pada 2026, sehingga mengurangi volume yang tersedia untuk ekspor.

Sekretaris Jenderal Gapki, Hadi Sugeng, menyatakan bahwa kenaikan konsumsi domestik terutama berasal dari kebutuhan biodiesel, dengan proyeksi konsumsi sawit untuk biodiesel naik menjadi 17,4 juta ton pada 2027 dari 14,7 juta ton pada 2026. "Dengan B50 yang dimulai dari Januari nantinya itu akan menggerus ekspor kita menjadi hanya 26,5 juta ton," ujar Hadi dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).

Hadi juga memperingatkan dampak pada stok nasional, dimana Gapki memperkirakan stok akhir sawit pada 2027 hanya sekitar 2,7 juta ton, berada di bawah kisaran stok ideal 3,5 juta ton hingga 4 juta ton. "Faktanya memang produksi kita yang enggak begitu baik sehingga stoknya juga sangat berat," tambah Hadi.

Dalam penjelasan Gapki, penurunan ekspor dan tekanan stok memiliki implikasi pendanaan: pungutan ekspor atau levy yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menjadi sumber pembiayaan untuk program biodiesel, peremajaan sawit rakyat, riset, dan beasiswa. Hadi menyampaikan bahwa jika ekspor menurun, sumber pendanaan dari pungutan ekspor juga akan berkurang: "Kalau kita enggak ada ekspor, ya enggak ada pungutan ekspor."

Gapki menegaskan peningkatan produksi sebagai kunci agar peningkatan konsumsi biodiesel tidak mengorbankan ekspor dan pendanaan industri; Hadi menyatakan idealnya produksi dan ekspor sama-sama tetap tinggi sehingga kenaikan biodiesel tidak menggerus volume ekspor. Pernyataan ini menjadi dasar rekomendasi Gapki untuk fokus pada peningkatan output jika kebijakan B50 terus berjalan.

Sumber berita juga menyinggung konteks pendanaan tahun berjalan; pada 2026 kebutuhan pendanaan biodiesel diperkirakan relatif terkendali karena kenaikan harga minyak fosil membuat pemerintah tidak perlu mengeluarkan subsidi biodiesel dalam jumlah besar, dengan kebutuhan pendanaan yang diperkirakan lebih rendah dari skenario 2027 jika subsidi harus dilanjutkan.

Sumber:

Sumber asli

Artikel ini disusun otomatis. Periksa faktanya di berita asli berikut.

  1. Ekspor CPO Diproyeksi Turun Jadi 26,5 Juta Ton pada 2027, Tertekan B50 dan El Nino · industri.kontan.co.id
  2. Ekspor CPO Diproyeksi Turun Jadi 26,5 Juta Ton pada 2027, Tertekan B50 dan El Nino · industri.kontan.co.id