BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Ekspor & Impor

Ekspor Sawit Februari 2026 Naik 33,96% YoY, Nilai Tembus US$3,69 Miliar

22 April 2026|Peningkatan Ekspor Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Ekspor Sawit Februari 2026 Naik 33,96% YoY, Nilai Tembus US$3,69 Miliar

Pelabuhan eksklusif ini sibuk dengan aktivitas ekspor CPO, mendukung peningkatan angka ekspor sawit Indonesia.

Ekspor sawit Indonesia meningkat signifikan pada Februari 2026, dengan volume naik 33,96% dan nilai mencapai US$3,69 miliar, menunjukkan tren positif industri.

(2026/04/22) Kinerja ekspor sawit Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan pada Februari 2026, dengan total ekspor meroket hingga 33,96% secara tahunan (YoY). Nilai ekspor juga mencatatkan kenaikan yang signifikan, mencapai US$3,69 miliar, menurut data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, menjelaskan bahwa data menunjukkan produksi minyak sawit mentah (CPO) pada Februari 2026 mencapai 5,015 juta ton, meningkat 4,96% dibandingkan bulan sebelumnya. Total produksi CPO dan minyak inti sawit (PKO) mencapai 5,5 juta ton, mengalami kenaikan 5,04% dari Januari 2026.

Kenaikan ekspor ini didorong oleh permintaan yang terus meningkat di pasar internasional, serta dukungan dari harga global yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, nilai ekspor produk sawit pada Februari 2026 tercatat mencapai US$3,69 miliar, naik 9,70% dari bulan sebelumnya yang sebesar US$3,36 miliar. Secara tahunan, nilai ekspor hingga Februari 2026 mencapai US$7,05 miliar, meningkat 28,88% dibandingkan US$5,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Tren positif ini menunjukkan bahwa industri kelapa sawit Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah tantangan pasar global. Mukti menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan daya saing produk sawit Indonesia yang terus membaik, didukung oleh inovasi serta peningkatan kualitas produk.

Ke depan, proyeksi untuk sektor ini tetap optimis, dengan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar ekspor. Selain itu, adanya kebijakan yang mendukung industri sawit diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama minyak sawit di dunia.

Dengan kinerja yang menunjukkan pertumbuhan ini, penting bagi pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Seperti yang diungkapkan Mukti, “Industri sawit harus terus berinovasi dan meningkatkan daya saing untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi semua pihak.”

Sumber: