Provinsi Riau Catat Surplus Perdagangan dan Peningkatan Ekspor Non Migas di Akhir 2024

Gambar menunjukkan produk minyak goreng kemasan dari industri hilir kelapa sawit di Indonesia.
Provinsi Riau mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 1,47 miliar pada Desember 2024, dengan kontribusi utama berasal dari sektor ekspor non migas yang menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Provinsi Riau, salah satu daerah penghasil komoditas utama Indonesia, menunjukkan performa perdagangan yang mengesankan pada akhir tahun 2024. Berdasarkan rilis terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, nilai ekspor pada bulan Desember 2024 mencapai USD 1,64 miliar, meskipun mengalami penurunan sebesar 4,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka ini mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 11,05 persen, dari USD 1,47 miliar pada Desember 2023.
Lebih dari 90 persen dari total ekspor tersebut berasal dari sektor non migas, yang merupakan pendorong utama ekonomi Riau. Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menyatakan bahwa sektor industri mendominasi dengan kontribusi mencapai 88,76 persen dari total ekspor non migas. Angka ini mencerminkan ketahanan sektor industri Riau dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Surplus neraca perdagangan Provinsi Riau juga menunjukkan tren positif, mencatat surplus sebesar USD 1,47 miliar pada bulan Desember 2024. Surplus ini didukung oleh surplus sektor non migas yang mencapai USD 14,69 miliar sepanjang tahun 2024, sementara sektor migas menyumbangkan surplus sebesar USD 1,46 miliar. Dari sisi volume, neraca perdagangan Provinsi Riau mengalami surplus sebesar 1,48 juta ton, yang terdiri dari surplus sektor non migas sebesar 1,25 juta ton dan sektor migas sebesar 233,50 ribu ton.
- Ekspor CPO Indonesia Naik 59,63% di Awal 2026, Didorong Permintaan Global (4 April 2026)
- Tren Ekspor dan Harga CPO Sawit Indonesia di Tengah Tantangan Global (23 Februari 2026)
- Penurunan Harga Minyak Sawit Dorong Lonjakan Impor dari India (23 Februari 2026)
- Ekspor Sawit Indonesia Capai Rp591 Triliun di 2025, Produksi CPO Stagnan (12 Maret 2026)
Data ini menunjukkan bahwa Provinsi Riau tidak hanya bergantung pada sektor migas, tetapi juga telah berhasil mengembangkan sektor non migas sebagai sumber pendapatan yang signifikan. Ini menjadi indikasi positif bagi para investor dan pelaku industri, serta menciptakan potensi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
Dengan pencapaian tersebut, diharapkan Provinsi Riau dapat terus meningkatkan daya saingnya di pasar internasional dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha akan sangat berpengaruh dalam menjaga momentum pertumbuhan ini.
Sumber:
- Ekspor Non Migas Penyumbang Terbesar Dari Total Ekspor Provinsi Riau Pada Desember 2024 โ Sawit Indonesia (2025-01-16)
- Ekspor Impor Provinsi Riau Desember 2024 Mengalami Surplus US$ 1,47 Miliar โ Sawit Indonesia (2025-01-16)