Peningkatan Harga Komoditas Dorong Pertumbuhan Penerimaan Pajak di Sumatra Selatan

Gambar menunjukkan minyak goreng berkualitas tinggi, produk hilir penting dari industri kelapa sawit Indonesia yang terus berkembang.
Kenaikan harga kelapa sawit dan karet memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak di Sumatra Selatan, mencapai pertumbuhan 103,6% dibandingkan tahun lalu.
(2025/06/25) Peningkatan harga komoditas kelapa sawit dan karet memberikan dampak positif terhadap kinerja penerimaan pajak di Sumatra Selatan. Menurut Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan (Kakanwil Kemenkeu) Sumatra Selatan, Rahmadi Murwanto, realisasi penerimaan pajak dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan yang signifikan, yaitu sebesar 103,6% year on year (YoY).
Dalam siaran persnya pada Rabu (25/6/2025), Rahmadi menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) Tahunan Badan yang terkait dengan aktivitas pertanian, terutama pada komoditas sawit dan karet. Harga kedua komoditas tersebut yang mulai membaik menjadi salah satu faktor pendorong utama dalam pencapaian ini.
Hingga Mei 2025, penerimaan pajak di Sumatra Selatan tercatat mencapai Rp4,1 triliun, yang setara dengan 27,12% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini. Kenaikan ini menunjukkan optimisme dalam pemulihan ekonomi daerah setelah masa sulit akibat pandemi, di mana sektor pertanian menjadi salah satu penyokong utama.
- Neraca Perdagangan Indonesia Maret 2025: Surplus Berlanjut dengan Tren Positif (23 Februari 2026)
- Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat Signifikan di 2025 (15 Maret 2026)
- Cisadane Sawit Raya Catat Produksi TBS 354.290 Ton di 2025 (27 Maret 2026)
- Surplus Neraca Dagang Indonesia Terus Meningkat, Didukung Ekspor Nonmigas (23 Februari 2026)
Komoditas kelapa sawit dan karet telah lama menjadi andalan perekonomian Sumatra Selatan. Dengan adanya perbaikan harga, diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas tidak hanya bagi pendapatan pajak, tetapi juga bagi kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor tersebut. Rahmadi menekankan pentingnya menjaga momentum ini dengan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ke depan, pemerintah daerah berencana untuk melakukan berbagai inisiatif untuk mendukung para petani, termasuk pelatihan dan akses ke teknologi modern, agar mereka dapat memaksimalkan hasil panen dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian lokal.
Sumber:
- Komoditas Karet dan Kelapa Sawit Berikan Andil Positif Penerimaan Pajak Sumsel — Bisnis Indonesia (2025-06-25)