Kinerja Ekspor CPO Indonesia: Penurunan Bulanan Namun Peningkatan Tahunan

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Badan Pusat Statistik mencatat bahwa ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya mengalami penurunan bulanan namun menunjukkan pertumbuhan tahunan yang signifikan.
Kinerja ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan turunannya mengalami penurunan pada Desember 2024, namun tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai ekspor CPO dan turunannya tercatat sebesar US$1,89 miliar atau sekitar Rp31 triliun, mengalami penurunan 9,34% dibandingkan bulan November 2024 yang mencapai US$2,09 miliar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa meskipun kinerja ekspor CPO mengalami penurunan secara bulanan, tetapi secara tahunan, terdapat kenaikan yang cukup signifikan sebesar 30,05% dibandingkan dengan Desember 2023 yang hanya mencapai US$1,45 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa sektor ekspor CPO masih memiliki potensi yang kuat meskipun terdapat fluktuasi dalam jangka pendek.
Selain CPO, sektor ekspor Indonesia juga mencatat penurunan pada komoditas lainnya, seperti batubara dan besi serta baja. Ekspor batubara tercatat sebesar US$2,69 miliar pada bulan Desember 2024, turun 10,36% secara tahunan, meskipun mengalami kenaikan 2,81% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, ekspor besi dan baja mencapai US$2,37 miliar, mengalami penurunan 1,14% secara bulanan tetapi naik 3,82% dibandingkan dengan tahun lalu.
- Ekspor CPO dan Batu Bara Indonesia Mengalami Penurunan di Tengah Kenaikan Kinerja Ekspor Nasional (23 Februari 2026)
- Dinamika Harga CPO di Tengah Penurunan Impor Minyak Nabati India (23 Februari 2026)
- Surplus Neraca Dagang Indonesia Terus Meningkat, Didukung Ekspor Nonmigas (23 Februari 2026)
- Ekspor CPO Indonesia Naik 59,63% di Awal 2026, Didorong Permintaan Global (4 April 2026)
Secara keseluruhan, BPS mencatat bahwa total nilai ekspor Indonesia pada Desember 2024 mencapai US$23,46 miliar, yang menunjukkan penurunan 2,24% dibandingkan dengan November 2024. Penurunan ini dapat diindikasikan oleh dampak dari kondisi pasar global dan kebijakan perdagangan internasional yang terus berubah.
Amalia menekankan pentingnya diversifikasi produk ekspor dan peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Dengan adanya kenaikan dalam ekspor CPO secara tahunan, diharapkan para pelaku industri dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi mereka di pasar global serta meningkatkan inovasi dalam produk yang dihasilkan.
Melihat tren ini, para pelaku industri kelapa sawit diharapkan dapat beradaptasi terhadap tantangan dan peluang yang ada, serta terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan produk mereka agar mampu bersaing di pasar internasional yang semakin ketat.
Sumber:
- Ekspor CPO dan Turunannya Turun 9,34% Menjadi Rp31 Triliun Sepanjang Desember 2024 โ Sawit Indonesia (2025-01-15)
- BPS: Ekspor Batubara, Besi dan Baja hingga CPO Turun Pada Desember 2024 โ Kontan (2025-01-15)