Harga CPO KPBN Turun; Bursa Malaysia Melemah karena Kekhawatiran Stok dan Ekspor Lesu

Buah sawit berserakan dengan uang receh di meja kayu suram, melambangkan harga sawit yang turun dan tekanan terhadap pendapatan petani.
(2026/09/24) Harga CPO KPBN ditetapkan Rp15.515/kg pada Rabu (23/9), turun Rp106/kg atau 0,68% dibandingkan Selasa.
(2026/09/24) Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp15.515/kg pada Rabu (23/9/2026), turun Rp106/kg atau 0,68% dari Rp15.621/kg pada Selasa.
Penurunan harga KPBN berkorelasi dengan pelemahan kontrak CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange yang turun lebih dari 1% pada Rabu dan mencatat sesi keempat berturut-turut melemah, seiring ekspektasi kenaikan stok dan permintaan yang masih lesu.
Di pasar fisik, KPBN mencatat beberapa posisi harga regional: Franco Kuala Tanjung Rp15.515/kg, FOB Talang Duku dibuka Rp15.226/kg namun withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.260/kg, dan Franco Teluk Bayur dibuka Rp15.315/kg namun withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.010/kg.
- Harga TBS Sumut Menguat ke Rp 4.079/kg; CPO Lokal Naik, Kernel Turun (12 September 2026)
- Harga CPO KPBN Withdraw; Bursa Malaysia Derivatives Tutup Menguat Dipicu Kedelai, Minyak Mentah, dan Kekhawatiran El Nino (20 Agustus 2026)
- Satgas Pangan Polri Awasi Pembelian TBS, Jumlah PKS Tersangka Turun dari 280 ke 194 (24 Juni 2026)
- JFX Dorong Price Discovery untuk Harga Sawit Domestik yang Kredibel (6 Agustus 2026)
Data Bursa Malaysia menunjukkan kontrak CPO untuk pengiriman Desember 2026 turun RM71/ton atau 1,48% menjadi RM4.739/ton pada perdagangan tengah hari, setara sekitar US$1.163,80/ton menurut Reuters yang dikutip InfoSAWIT.
Tekanan pasar berasal dari ekspektasi persediaan Malaysia yang diperkirakan mencapai sekitar 3 juta ton atau sedikit lebih tinggi hingga akhir September, serta data pengiriman kargo yang menunjukkan penurunan ekspor Malaysia selama 1–20 September antara 12,8% hingga 24,7% dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, pasar minyak nabati global memberi tekanan tambahan: kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,61% dan kontrak minyak sawit Dalian melemah 1,79%, sementara Chicago Board of Trade mencatat penurunan harga minyak kedelai 0,97%.
Permintaan dari Uni Eropa juga menjadi sorotan pasar; data Komisi Eropa menunjukkan impor minyak sawit Uni Eropa pada musim 2026/2027 hingga 20 September mencapai sekitar 560.000 ton, turun 26% dibandingkan periode sebelumnya, yang memperkuat kekhawatiran permintaan regional.
Di sisi tender KPBN, beberapa lokasi tercatat withdraw atau penawaran tertinggi yang berbeda-beda: Loco PKS Luwu tidak ada bidder; CIF Pelabuhan Gresik tercatat Rp15.515 (WD) dengan penawaran Rp15.089; Loco PKS Sei Tapung Rp15.276 (WD) dengan penawaran tertinggi Rp14.950; serta beberapa loco PKS lain seperti Kembayan, Ngabang, Parindu tercatat dengan harga dan penawaran tertinggi yang tercatat dalam daftar tender.
Pergerakan harga KPBN dan tekanan di Bursa Malaysia mencerminkan kombinasi faktor pasokan dan permintaan: proyeksi stok tinggi di Malaysia, pelemahan pengiriman kargo, dan koreksi di pasar minyak nabati internasional yang tumpang tindih pada periode yang sama.
Untuk indikator pasar global yang relevan, Reuters mengonfirmasi nilai kontrak CPO Malaysia Desember 2026 pada RM4.739/ton, sementara konversi ke dolar menghasilkan sekitar US$1.163,80/ton pada perdagangan tengah hari Rabu, data yang menjadi acuan pelaku pasar fisik dan kontrak berjangka.
Perkembangan berikutnya yang diawasi pasar termasuk realisasi stok akhir September di Malaysia dan data ekspor lanjut untuk sisa bulan September, yang kedua-duanya tercatat oleh perusahaan survei kargo sebagai katalis utama bagi arah harga jangka pendek.
Sumber: