Fluktuasi Harga Tandan Buah Segar Sawit di Riau dan Aceh pada Januari 2025

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Riau mengalami penurunan, sementara Aceh mencatat harga tertinggi di awal tahun 2025. Analisis terhadap harga ini menunjukkan perbedaan yang signifikan antar daerah.
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia kembali menjadi sorotan, terutama terkait fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS) yang signifikan di dua provinsi, Riau dan Aceh. Pada periode 15-21 Januari 2025, harga TBS di Riau mengalami penurunan sebesar Rp 108,69 per kilogram, sementara di Aceh, harga TBS tercatat lebih tinggi, memberikan gambaran yang kontras mengenai pasar sawit di kedua wilayah tersebut.
Di Riau, hasil dari tim penetapan harga menunjukkan bahwa harga TBS untuk sawit umur 9 tahun kini berada di angka Rp 3.462,33 per kilogram. Penetapan ini merupakan hasil dari surat Penetapan Harga TBS yang diterbitkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Selain itu, harga untuk sawit dengan umur bervariasi juga mengalami penyesuaian, di mana sawit umur 3 tahun tercatat seharga Rp 2.664,12 per kilogram, dan sawit umur 10-20 tahun dipatok pada harga Rp 3.443,31 per kilogram. Penurunan harga ini mengindikasikan tantangan yang dihadapi petani sawit di Riau, terutama dalam menjaga keberlanjutan ekonomi mereka.
Sementara itu, di Aceh, harga TBS sawit mengalami tren yang lebih positif. Pada periode yang sama, harga untuk sawit umur di atas 10 tahun mencapai Rp 3.424 per kilogram di bagian timur, dan Rp 3.336 per kilogram di bagian barat. Penetapan harga ini dilakukan oleh tim yang sama, dan menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi berdasarkan lokasi, harga di Aceh secara umum lebih tinggi dibandingkan Riau. Hal ini mungkin disebabkan oleh permintaan pasar yang lebih kuat di Aceh, atau kondisi produksi yang lebih menguntungkan bagi petani di daerah tersebut.
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 1,57% pada 26 Maret, Perdagangan Bursa Malaysia Menguat (26 Maret 2026)
- Harga Sawit Jambi Mencapai Rp3.669 per Kg di Pabrik (30 Maret 2026)
- Harga CPO Malaysia Capai Puncak Tertinggi dalam 15 Bulan (5 April 2026)
Harga TBS yang fluktuatif ini memberikan dampak yang signifikan bagi para petani. Di Riau, penurunan harga bisa mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan mereka, sementara di Aceh, harga yang lebih tinggi bisa meningkatkan motivasi petani untuk terus berinvestasi dalam budidaya sawit. Perbedaan ini juga menyoroti pentingnya pemantauan dan penetapan harga yang transparan untuk membantu petani menghadapi tantangan yang ada di sektor ini.
Ke depan, penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperhatikan dinamika harga TBS sawit di kedua provinsi ini. Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi harga, seperti cuaca, kebijakan pemerintah, dan permintaan internasional, strategi yang tepat diperlukan untuk memastikan keberlangsungan industri kelapa sawit di Indonesia.
Sumber:
- Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 15-21 Januari 2025 Anjlok Lagi Rp 108,69 per Kg โ Info Sawit (2025-01-14)
- Harga TBS Aceh Januari 2025 Tertinggi Rp 3.424 per Kg Untuk Bagian Timur dan Rp 3.336 per Kg Untuk Bagian Barat โ Info Sawit (2025-01-14)