BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga TBS Sawit Kalbar Tembus Rp3.765, CPO Menguat 0,63% di Pasar Global

10 April 2026|Harga TBS Sawit Kalbar
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS Sawit Kalbar Tembus Rp3.765, CPO Menguat 0,63% di Pasar Global

Harga TBS kelapa sawit meningkat, memberikan harapan baru bagi petani di Indonesia amid tantangan industri.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kalimantan Barat mencapai Rp3.765 per kg, sementara harga CPO global menguat 0,63% pada perdagangan terbaru.

(2026/04/10) Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kalimantan Barat mencapai rekor Rp3.765 per kg, memberikan harapan baru bagi petani. Di saat yang sama, harga minyak sawit mentah (CPO) global juga mencatat penguatan sebesar 0,63% di pasar internasional.

Harga TBS yang melonjak ini menjadi kabar baik bagi ribuan petani di Kalimantan Barat, yang sebelumnya berjuang dengan fluktuasi harga. Dengan harga yang terus meningkat, para petani kini dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar biaya pendidikan, serta berinvestasi dalam perbaikan dan pengembangan kebun mereka. Produksi CPO Indonesia sendiri pada tahun 2025 tercatat sebesar 51,66 juta ton, meningkat 7,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan momentum positif bagi industri kelapa sawit domestik.

Di sisi lain, harga CPO di pasar global juga menunjukkan tren kenaikan. Pada perdagangan Kamis (9/4), kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Juni 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange meningkat sebesar RM29 per ton, menjadi RM4.615 per ton. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli murah setelah penurunan tajam sebelumnya, serta pemulihan harga minyak mentah dunia yang memberi dukungan tambahan bagi harga CPO.

Meskipun harga CPO global menguat, pasar domestik masih menunjukkan kehati-hatian. Terdapat laporan mengenai withdraw dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), yang menunjukkan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar. Hal ini menjadi perhatian, mengingat harga TBS yang tinggi seharusnya menjadi pendorong bagi aktivitas pasar yang lebih stabil.

Ke depan, dengan adanya potensi peningkatan permintaan dan harga yang lebih baik, industri kelapa sawit Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan keberlanjutan produksi. Pelaku industri perlu memperhatikan dinamika pasar global dan domestik untuk memanfaatkan peluang yang ada.

“Kenaikan harga TBS dan CPO ini memberikan harapan baru bagi petani, namun kita harus tetap waspada terhadap fluktuasi pasar yang bisa terjadi,” ungkap seorang pengamat industri.

Sumber: