Stabilitas Harga TBS Sawit di Jambi: Tren Positif di Tengah Tantangan Global

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Provinsi Jambi menunjukkan tren stabil dengan sedikit kenaikan, meskipun tantangan global terus mengancam industri.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi mengalami sedikit kenaikan pada periode 22-28 November 2024. Kenaikan ini, meskipun tipis, menunjukkan tren stabil yang diharapkan dapat memberikan angin segar bagi petani sawit di tengah tantangan global yang dihadapi industri ini.
Tim penetapan harga TBS sawit dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi mencatat bahwa untuk sawit berumur 10 hingga 20 tahun, harga TBS naik sebesar Rp 2,83/Kg, menjadi Rp 3.615,67/Kg. Kenaikan harga ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para petani untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen mereka.
Berikut adalah rincian harga TBS sawit berdasarkan umur, yang juga mencerminkan stabilitas pasar: sawit umur 3 tahun sebesar Rp 2.832,05/Kg; umur 4 tahun Rp 3.015,04/Kg; umur 5 tahun Rp 3.154,45/Kg; dan untuk umur 6 tahun Rp 3.286,77/Kg. Sementara itu, sawit berumur 7 tahun dijual seharga Rp 3.369,81/Kg, dan sawit berumur 8 tahun dihargai Rp 3.440,69/Kg. Untuk sawit umur 9 tahun, harga mencapai Rp 3.508,93/Kg dan sawit berumur 21-24 tahun dijual sebesar Rp 3.505,84/Kg. Terakhir, harga untuk sawit berumur 25 tahun berada di angka Rp 3.343,08/Kg.
- Harga CPO dan TBS Sawit di Sumut Turun, Proyeksi Masa Depan Menarik (25 Maret 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 0,62% Menjadi Rp 15.712/Kg pada 27 Maret 2026 (27 Maret 2026)
- Harga CPO Diproyeksi Meningkat Hingga USD 1.783 pada Juni 2026 (4 April 2026)
- Harga CPO Menguat di Tengah Fluktuasi Ringgit dan Permintaan Ekspor (30 Maret 2026)
Walaupun harga TBS menunjukkan tren positif, industri kelapa sawit di Jambi dan Indonesia secara keseluruhan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak perubahan iklim, kebijakan perdagangan internasional, serta isu lingkungan yang semakin menonjol. Dalam konteks global, permintaan minyak sawit mentah (CPO) masih berfluktuasi, dipengaruhi oleh pasar internasional yang lebih luas dan kebijakan dari negara-negara pengimpor.
Penting bagi pelaku industri, terutama petani, untuk terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di pasar serta meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan agar dapat bersaing di pasar global yang semakin ketat. Selain itu, dukungan dari pemerintah dalam bentuk kebijakan yang memprioritaskan kesejahteraan petani dan keberlanjutan lingkungan sangat diperlukan untuk memastikan keberlangsungan industri kelapa sawit di Jambi dan Indonesia.
Sumber:
- Harga TBS Sawit Jambi Periode 22-28 November 2024 Naik Tipis Cenderung Stagnan — Info Sawit (2024-11-22)