Prospek Emiten CPO Tetap Cerah di Tengah Kenaikan Harga Komoditas

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Di tengah tantangan global, emiten produsen minyak kelapa sawit (CPO) menunjukkan kinerja yang mengesankan berkat peningkatan harga dan permintaan.
(2025/06/23) Di tengah tantangan pasar global, prospek emiten produsen crude palm oil (CPO) di Indonesia tetap cerah. Kinerja yang solid diperkirakan akan berlanjut ke paruh kedua tahun 2025, didorong oleh peningkatan harga dan permintaan yang kuat.
Beberapa emiten, seperti PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), telah menunjukkan kinerja impresif di kuartal pertama 2025. DSNG membukukan laba bersih sebesar Rp 367 miliar, meningkat 60% secara tahunan, dengan pendapatan mencapai Rp 2,7 triliun, naik 20% dari tahun sebelumnya. Rata-rata harga jual CPO mereka juga mengalami lonjakan 27% menjadi Rp 14.909 per kilogram. Selain itu, DSNG berencana untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 254,39 miliar, yang setara dengan Rp 24 per saham, naik dari Rp 22 per saham tahun lalu.
Kenaikan harga CPO yang diperkirakan akan bertahan hingga akhir kuartal kedua 2025 juga memberikan angin segar bagi emiten lainnya. Pada penutupan perdagangan terakhir, harga CPO berada di posisi MYR 4.115 per ton, mengalami kenaikan 4,79% dalam sepekan dan 5,62% selama sebulan. Analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga CPO ini akan berdampak positif bagi kinerja mayoritas emiten yang bergerak di sektor ini.
- Harga TBS Sawit Melorot di Sumut dan Naik di Kalbar Pasca Lebaran (26 Maret 2026)
- Harga TBS dan CPO di Sumut Alami Kenaikan Signifikan Pekan Ini (1 April 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 1,57% pada 26 Maret, Perdagangan Bursa Malaysia Menguat (26 Maret 2026)
- Harga Referensi CPO April 2026 Naik 5,41% Dipicu Permintaan Global (1 April 2026)
Saat ini, para pedagang juga mengantisipasi adanya intervensi lebih lanjut dari Amerika Serikat terkait konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran, yang berpotensi memengaruhi dinamika pasar komoditas global. Hal ini juga berkontribusi pada peningkatan harga CPO, yang terlihat menguat di tengah kondisi kelebihan pasokan di sektor lainnya, seperti batu bara yang mengalami penurunan harga.
Meskipun batu bara mengalami penurunan tipis sebesar 0,37% pada penutupan perdagangan terakhir, harga CPO menunjukkan tren yang sebaliknya. Kenaikan harga ini memberikan harapan bagi emiten CPO untuk terus berkembang dan menjaga pertumbuhan kinerjanya di sisa tahun ini.
Dengan kinerja yang positif dan harga yang stabil, emiten CPO diharapkan mampu mengatasi tantangan pasar yang ada dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia. Para investor pun diimbau untuk tetap mencermati perkembangan harga dan kebijakan yang dapat mempengaruhi sektor ini.
Sumber:
- Didukung Harga dan Permintaan, Emiten CPO Tetap Prospektif โ Kontan (2025-06-23)
- Harga Komoditas: Timah Naik 2 Persen, Batu Bara Turun Tipis โ Kumparan (2025-06-23)
- Harga Komoditas Masih Tinggi, Prospek Emiten CPO Masih Belum Loyo โ Kontan (2025-06-23)