BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Produksi CPO Naik, Namun Ekspor dan Konsumsi Menurun di Tengah Kenaikan Harga PK

28 Juni 2025|Produksi dan Ekspor CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Produksi CPO Naik, Namun Ekspor dan Konsumsi Menurun di Tengah Kenaikan Harga PK

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Produksi minyak sawit mentah Indonesia mengalami peningkatan, namun konsumsi dan ekspor justru menurun. Di sisi lain, harga produk inti sawit menunjukkan tren positif meski ada penarikan tender.

(2025/06/28) Indonesia menyaksikan peningkatan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada bulan April 2025, meski konsumsi dan ekspor mengalami penurunan. Menurut data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi CPO nasional tercatat naik sebesar 2 persen dari 4.391 ribu ton pada Maret menjadi 4.479 ribu ton. Mukti Sarjono, Direktur Eksekutif GAPKI, menyatakan bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh faktor musiman.

Namun, di tengah peningkatan produksi, sektor konsumsi dan ekspor CPO justru menunjukkan tren yang kurang menggembirakan. Penurunan ini dapat menjadi sinyal bahwa permintaan global terhadap minyak sawit belum sepenuhnya pulih, terutama mengingat berbagai tantangan yang dihadapi industri, seperti regulasi lingkungan dan perubahan preferensi konsumen.

Di saat yang sama, produksi minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO) juga mengalami kenaikan, dari 417.000 ton menjadi 425.000 ton. Meskipun ada peningkatan dalam produksi, tantangan di sektor ekspor tetap menjadi perhatian, terutama dalam konteks harga dan permintaan global.

Sementara itu, kabar baik muncul dari pasar produk inti sawit. PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) melaporkan bahwa hasil tender untuk produk PK pada 26 Juni 2025 menunjukkan kenaikan harga yang signifikan, meskipun harus diakhiri dengan penarikan (withdraw). Harga PK mengalami kenaikan hingga Rp 83 per kilogram, dengan penawaran tertinggi menunjukkan variasi kenaikan antara Rp 175 hingga Rp 500 per kilogram.

Volume PK yang ditenderkan secara keseluruhan mencerminkan optimisme di kalangan pelaku industri meskipun ada tantangan di pasar CPO. Kenaikan harga produk PK diharapkan dapat mendukung margin keuntungan bagi para produsen dan memberikan dampak positif bagi industri hilir sawit.

Kenaikan produksi CPO dan peningkatan harga produk PK menunjukkan dinamika yang kompleks di pasar kelapa sawit Indonesia. Para pelaku industri diharapkan dapat beradaptasi dengan kondisi ini, mengingat tantangan yang dihadapi dalam bentuk penurunan konsumsi dan ekspor CPO. Sebagai salah satu komoditas utama, kesehatan industri kelapa sawit sangat penting bagi perekonomian Indonesia.

Sumber:

  • Saat Stok Naik, Konsumsi dan Ekspor CPO Malah Turun โ€” Media Perkebunan (2025-06-28)
  • Meski WD tapi Naik Harga PK Hasil Tender PT KPBN Periode 26 Juni 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-06-28)