Peserta Puji Metode AKPY dalam Pelatihan SDMP 2026, Siap Perbaiki Praktik Budidaya dan Terapkan ISPO

Logo BPDP yang terintegrasi dengan latar belakang kebun kelapa sawit, mencerminkan dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.
Peserta pelatihan AKPY pada Program SDMP 2026 menilai materi padat dan instruktur berkualitas, menyatakan siap menerapkan ISPO dan memperbaiki teknik budidaya di daerah masing-masing.
(2026/07/30) Puluhan petani dan penyuluh dari Sulawesi Selatan menilai Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan Implementasi ISPO yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 memberi perubahan nyata pada praktik berkebun mereka.
Pelatihan ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian, dan berlangsung dalam dua gelombang yang melibatkan peserta dari Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Wajo. Untuk Luwu Utara tercatat 59 peserta yang terdiri atas pekebun, penyuluh, dan pendamping, sedangkan kegiatan penutupan yang melibatkan peserta dari Wajo dihadiri 149 orang pada Rabu (29 Juli 2026).
Peserta asal Luwu Utara, Jumhari, menyatakan perubahan persepsi terhadap ISPO setelah mengikuti sesi enam hari yang menurutnya menyederhanakan materi yang semula terasa kompleks karena melibatkan banyak dokumen dan data. Ia mengapresiasi penjelasan instruktur AKPY, khususnya Juremi, yang menurutnya membuat prinsip-prinsip ISPO dan langkah implementasinya jadi lebih mudah dipahami dan siap diterapkan di tingkat kebun.
- BPDP dan Ditjenbun Tunjuk Lembaga Pelatihan Yogyakarta untuk Tingkatkan Kompetensi Pekebun Sawit (22 Juli 2026)
- Petani Sawit Swadaya Minta Dukungan Pembiayaan dan Penguatan Kelembagaan untuk Capai Sertifikasi (14 Juni 2026)
- Harga TBS Sawit Sumsel Tertinggi Rp4.040 per Kg, Infrastruktur Dipercepat di Kampar (21 April 2026)
- Kementan Lepaskan Serangga Penyerbuk di Simalungun untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit (11 April 2026)
Rekan seangkatan dari Luwu Utara, Ismail, mengaku pelatihan membuka kesadaran akan banyaknya kekeliruan dalam praktik berkebun sehari-hari dan memberi pemahaman sistematis tentang persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga pemupukan. Ia juga menyatakan komitmen untuk memperbaiki teknik budidaya sesuai standar yang diajarkan dan berharap memperoleh pelatihan lanjutan khusus panen dan pascapanen agar pemahaman menjadi lebih utuh.
Di Wajo, perwakilan peserta Abdul Samad Mattako mengatakan materi selama tujuh hari terasa padat dan setara dengan pembelajaran satu semester, tetapi mampu disampaikan efektif oleh para instruktur sehingga peserta merasa mendapat ilmu yang luar biasa. Abdul Samad menyampaikan pujian kolektif terhadap kualitas instruktur AKPY dan menyatakan peserta enggan pelatihan berakhir karena suasana belajar yang nyaman dan materi yang bermanfaat.
Para peserta dari kedua daerah menilai materi tidak hanya memperbarui pengetahuan teknis, tetapi juga membekali mereka dengan pemahaman tata kelola kebun yang sesuai prinsip yang diajarkan dalam ISPO. Jumhari menyoroti pemanfaatan referensi oleh instruktur untuk memperdalam materi, sementara Ismail menekankan kebutuhan akan fasilitasi dari Dinas Pertanian untuk pelatihan lanjutan terkait panen dan pascapanen.
Secara operasional, pelatihan SDMP 2026 menyajikan kombinasi materi teknis budidaya—mulai persiapan lahan hingga pemupukan—dan modul implementasi ISPO yang dikemas secara sistematis oleh AKPY. Jumlah peserta yang tercatat untuk dua kelompok adalah 59 untuk Luwu Utara dan 149 untuk Wajo, dan acara penutupan untuk kelompok Wajo berlangsung pada 29 Juli 2026.
Sumber:
- Peserta Pelatihan Luwu Utara Apresiasi Metode Pembelajaran AKPY, ISPO Kini Lebih Mudah Dipahami — Sawit Indonesia
- Peserta Pelatihan AKPY Akui Banyak Kekeliruan dalam Berkebun Sawit, Siap Terapkan Ilmu Budidaya Sesuai Standar di Luwu Utara — Sawit Indonesia
- Petani Wajo Sebut Pelatihan AKPY Setara Materi Satu Semester, Berharap Program Berlanjut — Sawit Indonesia