Gubernur NTB Temui Ribuan PMI di Malaysia, Dorong Skema KUR dan Literasi Keuangan

Bendera Malaysia berkibar di tengah kota sebagai simbol kolaborasi pemerintah dan MPOB dalam industri kelapa sawit regional.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal kunjungi ribuan PMI di perkebunan sawit Malaysia dan mendorong skema KUR serta program literasi keuangan bekerja sama dengan Bank NTB Syariah.
(2026/06/20) Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menemui ribuan Pekerja Migran Indonesia asal NTB yang bekerja di perkebunan sawit besar di Malaysia dan mengumumkan dorongan kebijakan pembiayaan serta program literasi keuangan untuk PMI.
Kunjungan dilakukan ke beberapa lokasi, termasuk Perkebunan Krau di Pahang dan SD Guthrie di Selangor, dimana Iqbal diterima oleh manajemen FGV Holdings Berhad, FELDA, dan FPM Malaysia. Pertemuan itu berlangsung pada 13 Juni dan melibatkan pertemuan langsung antara pemerintah provinsi dan jajaran manajemen pengelola perkebunan untuk membahas perlindungan pekerja asal NTB.
Iqbal mengatakan Pemprov NTB tengah memperkuat skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk PMI dengan tujuan mengurangi ketergantungan calon pekerja migran pada utang berbunga tinggi saat proses keberangkatan. Menurut keterangan tertulis yang disampaikan Iqbal, skema pembiayaan resmi diharapkan membuat keberangkatan menjadi lebih aman dan terencana serta memberi prospek ekonomi yang lebih baik bagi PMI.
- Harga TBS Sawit Kalbar dan Sumbar Turun di Akhir April 2026 (24 April 2026)
- Kementan Lepaskan Serangga Penyerbuk di Simalungun untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit (11 April 2026)
- Togu Saragih: Kemitraan Jadi Pilar Utama untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Sawit (2 Juli 2026)
- Riau Kembangkan Integrasi Sawit-Sapi untuk Penuhi Kebutuhan Daging (13 April 2026)
Selain soal pembiayaan, Iqbal menyoroti isu pengelolaan pendapatan PMI di perantauan. Ia menyatakan keprihatinan ketika pekerja berangkat dalam kondisi ekonomi terbatas namun kembali ke kampung halaman masih berada pada kondisi ekonomi yang sama. Pernyataan ini menjadi dasar dorongan Pemprov NTB untuk mempromosikan budaya menabung, investasi, dan pengembangan usaha produktif bagi pekerja migran.
Pemprov NTB merencanakan kerja sama dengan Bank NTB Syariah untuk memberikan pemahaman literasi keuangan kepada PMI dan keluarga mereka. Pemerintah daerah juga tengah mengkaji penguatan akses pendidikan bagi anak-anak PMI melalui konsep Sekolah Rakyat, langkah yang dimaksudkan untuk mengatasi dampak sosial jangka panjang dari migrasi tenaga kerja.
Dalam agenda pertemuan, pihak manajemen perkebunan Malaysia โ termasuk FGV Holdings Berhad, FELDA, dan FPM โ terlibat langsung menyambut rombongan Pemprov NTB, namun laporan tidak memuat pernyataan langsung dari pihak perusahaan. Kunjungan ini sekaligus menjadi forum untuk mempertegas perlindungan pekerja dan hubungan industrial antara asal daerah pengirim tenaga kerja dan pengusaha di Malaysia.
Pemprov NTB menetapkan fokus kebijakan praktis: memperkuat akses pembiayaan KUR khusus PMI, melaksanakan program literasi keuangan bekerjasama dengan Bank NTB Syariah, serta mengkaji akses pendidikan anak PMI melalui Sekolah Rakyat. Rangkaian rencana tersebut disampaikan Iqbal dalam keterangan tertulis yang dirilis pada 19 Juni 2026.
Sumber: