BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Harga TBS Sawit Kalbar dan Sumbar Turun di Akhir April 2026

24 April 2026|Harga Sawit Kalbar Periode
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS Sawit Kalbar dan Sumbar Turun di Akhir April 2026

Harga TBS kelapa sawit meningkat, memberikan harapan baru bagi petani di Indonesia amid tantangan industri.

Penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kalimantan Barat dan Sumatera Barat mengalami penurunan signifikan pada akhir April 2026.

(2026/04/24) Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Provinsi Kalimantan Barat dan Sumatera Barat mengalami penurunan pada periode akhir April 2026. Di Kalbar, harga TBS untuk sawit umur 10-20 tahun ditetapkan turun Rp65,54 menjadi Rp3.762,00 per kg, sementara di Sumbar, harga TBS sawit untuk umur yang sama turun Rp119,76 menjadi Rp4.049,04 per kg.

Penetapan harga TBS di Kalimantan Barat dilakukan oleh Tim Penetapan Harga TBS dari Dinas Perkebunan dan Peternakan setempat. Penurunan ini berlaku untuk periode 16-22 April 2026. Rincian harga TBS di Kalbar menunjukkan bahwa sawit umur 3 tahun dihargai Rp2.828,62 per kg, sementara sawit umur 22 tahun mencapai Rp3.685,93 per kg. Hal ini menunjukkan adanya tren penurunan harga yang perlu dicermati oleh para petani dan pelaku industri sawit.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, harga TBS sawit untuk periode IV (22-30 April 2026) juga mengalami penurunan. Menurut penetapan harga oleh Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, harga tertinggi untuk sawit umur 10-20 tahun kini menjadi Rp4.049,04 per kg, turun dari Rp4.168,80 per kg pada periode sebelumnya. Rincian harga menunjukkan sawit umur 3 tahun dihargai Rp3.153,53 per kg, sedangkan sawit umur 21 tahun mencapai Rp3.882,89 per kg.

Penurunan harga TBS di kedua provinsi ini mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk harga rata-rata CPO dan permintaan global. Data menunjukkan bahwa harga CPO yang berfluktuasi dapat berdampak langsung pada harga TBS sawit. Para petani sawit perlu memantau perkembangan ini agar dapat beradaptasi dengan kondisi pasar.

Dengan adanya penurunan harga TBS, petani sawit di Kalbar dan Sumbar dihadapkan pada tantangan dalam menjaga kelangsungan usaha mereka. Penurunan ini dapat mempengaruhi pendapatan petani, terutama bagi mereka yang mengandalkan hasil panen TBS sebagai sumber utama pendapatan. Oleh karena itu, strategi diversifikasi dan peningkatan produktivitas menjadi penting untuk mengatasi tekanan harga.

Ke depan, pelaku industri sawit di Indonesia, khususnya di Kalbar dan Sumbar, diharapkan dapat merespons perubahan harga ini dengan lebih baik. Menjaga kualitas dan mengoptimalkan hasil panen menjadi kunci untuk menghadapi tantangan pasar. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Perkebunan Sumbar, โ€œKami terus berupaya untuk memberikan informasi yang akurat kepada petani agar mereka mampu beradaptasi dengan perubahan harga di pasar.โ€

Sumber: