Pertumbuhan Penerimaan Pajak Riau Didukung oleh Kenaikan Harga Sawit

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Penerimaan pajak di Riau mencapai Rp 23,23 triliun pada tahun 2024, didorong oleh pertumbuhan PPN, PBB, dan stabilnya harga sawit.
Riau mencatat pencapaian penerimaan pajak yang signifikan pada tahun 2024, dengan total mencapai Rp 23,23 triliun. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 23,17 triliun dan menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Keberhasilan ini menjadi capaian keempat berturut-turut dalam empat tahun terakhir, mencerminkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau, Ardiyanto Basuki, menyatakan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak ini didorong oleh peningkatan dalam kelompok Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak lainnya. Ia menekankan bahwa perbaikan ini sejalan dengan membaiknya aktivitas ekonomi, khususnya terkait dengan harga sawit yang menguat.
Harga sawit yang stabil dan cenderung meningkat dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu faktor kunci dalam pertumbuhan penerimaan pajak. Hal ini memberikan dampak positif bagi sektor pertanian dan mendukung pendapatan petani kelapa sawit yang pada gilirannya mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Peningkatan daya beli ini berkontribusi pada pertumbuhan sektor lain, sehingga menciptakan siklus positif dalam perekonomian Riau.
- Harga CPO KPBN Naik 0,62% Menjadi Rp 15.712/Kg pada 27 Maret 2026 (27 Maret 2026)
- Harga TBS dan CPO di Jambi Meningkat Signifikan Awal April 2026 (3 April 2026)
- Harga TBS Sawit Sumut Mencapai Rp4.059,20 per Kg pada Awal April 2026 (3 April 2026)
- Harga Referensi CPO April 2026 Naik 5,41% Dipicu Permintaan Global (1 April 2026)
Dengan pencapaian ini, pemerintah daerah diharapkan dapat terus mengoptimalkan potensi pajak dari sektor-sektor yang tumbuh, serta memberikan insentif bagi pengembangan industri kelapa sawit dan produk turunannya. Dukungan terhadap industri ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan pajak, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Riau.
Secara keseluruhan, pencapaian penerimaan pajak di Riau menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui berbagai kebijakan yang proaktif dan inovatif, diharapkan Riau dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ini di tahun-tahun mendatang.
Sumber:
- Penerimaan Pajak Riau Ditopang Pertumbuhan PPN, PBB, dan Harga Sawit yang Menguat — Media Center Riau (2025-01-24)