BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Pergerakan Harga CPO: Penurunan di KPBN dan Optimisme Sampoerna Agro

22 Februari 2026|Penurunan Harga CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Pergerakan Harga CPO: Penurunan di KPBN dan Optimisme Sampoerna Agro

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Harga CPO mengalami penurunan di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara, sementara Sampoerna Agro optimis bisa meraih kinerja positif di semester kedua tahun ini.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom mengalami penurunan sebesar 1,83 persen pada Kamis, 19 Desember 2024, menjadi Rp 14.646 per kilogram. Penurunan ini tercatat sekitar Rp 273 per kilogram jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang mencapai Rp 14.919 per kilogram. Penurunan harga ini juga dipengaruhi oleh kondisi pasar global di mana harga kontrak minyak sawit berjangka di Bursa Malaysia mengalami penurunan untuk sesi kelima berturut-turut, tertekan oleh ketidakpastian terkait kebijakan biofuel di Indonesia dan Amerika Serikat.

Harga CPO di berbagai lokasi juga bervariasi, dengan harga CPO Dumai ditetapkan sebesar Rp 14.646 per kilogram dan harga di Teluk Bayur sebesar Rp 14.516 per kilogram. Situasi ini mencerminkan dinamika pasar yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi permintaan dan penawaran.

Sementara itu, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menunjukkan sikap optimis meskipun harga CPO sedang mengalami penurunan. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Head of Investor Relation Sampoerna Agro, Stefanus Darmagiri, perusahaan berharap kenaikan harga CPO yang terjadi sebelumnya dapat menjadi katalis positif untuk pendapatan dan laba perseroan di akhir tahun ini. Ia menekankan bahwa proyeksi target pertumbuhan laba dan pendapatan pada 2024 akan sangat bergantung pada pergerakan harga jual CPO, yang terus fluktuatif dan bergantung pada mekanisme pasar.

Darmagiri menambahkan bahwa meskipun saat ini harga CPO mengalami penurunan, terdapat kemungkinan harga akan kembali naik hingga akhir tahun. Hal ini menunjukkan adaptasi perusahaan terhadap kondisi pasar yang berubah-ubah, serta upaya untuk memaksimalkan potensi bisnis di tengah tantangan yang ada.

Secara keseluruhan, pergerakan harga CPO saat ini menunjukkan bahwa sektor kelapa sawit Indonesia masih menghadapi tantangan, namun juga diiringi dengan harapan dari para pelaku industri untuk memanfaatkan peluang yang ada. Para pengamat industri berharap bahwa kebijakan yang lebih stabil dan dukungan dari pemerintah dapat membantu mengatasi ketidakpastian yang sedang melanda, sehingga industri sawit dapat kembali bangkit dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.

Sumber:

  • Harga CPO KPBN Inacom Turun 1,83 Persen Pada Kamis (19 per 12), Harga CPO di Bursa Malaysia Masih Terkoreksi โ€” Info Sawit (2024-12-19)
  • Harga CPO Naik, Sampoerna Agro (AGRO) Optimis Catat Kinerja Positif di Semester II โ€” Kontan (2024-12-19)