Pekebun Sawit Bengkulu Kejar Produktivitas 24 Ton TBS/Ha, Pelatihan Panen Diperkuat

Petani kelapa sawit mengikuti pelatihan BPDP untuk meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan tanaman dan hasil panen.
Pekebun sawit di Bengkulu digenjot menuju target minimal 24 ton TBS per hektare lewat peningkatan manajemen panen dan pelatihan teknis.
(2026/10/04) Pemerintah daerah dan lembaga sektor sawit mendorong pekebun di Provinsi Bengkulu mengejar produktivitas minimal 24 ton tandan buah segar (TBS) per hektare dengan memperkuat manajemen panen dan pascapanen.
Data yang dikemukakan menyebutkan Kabupaten Bengkulu Utara memiliki sekitar 94.000 hektare perkebunan sawit yang dikelola perusahaan, sementara luas sawit di provinsi itu disebut lebih dari 400.000 hektare. Target produktivitas 24 ton TBS per hektare ditempuh melalui program peningkatan kompetensi pekebun dan penerapan praktik panen yang lebih ketat.
Salah satu fokus intervensi adalah mengurangi kesalahan penentuan waktu panen dan perbaikan penanganan buah setelah dipotong, karena kedua hal tersebut mempengaruhi rendemen minyak dan kualitas minyak sawit. Berita dari Majalah Hortus menyoroti bahwa memanen buah terlalu muda menurunkan potensi rendemen, sedangkan menunda panen meningkatkan kadar asam lemak bebas (ALB) yang merugikan nilai TBS.
- BPDP dan Ditjenbun Gelar Pelatihan Pupuk Organik untuk 59 Pekebun di Padang (28 Agustus 2026)
- Menteri Perkebunan Malaysia: Dampak El Nino pada Produksi Sawit Muncul Bertahap, Fokus pada Pendampingan Pekebun Kecil (23 Agustus 2026)
- Harga TBS Sawit Sumatera Barat Periode 22–30 September 2026: Tinggi untuk umur 10–20 tahun, namun lebih rendah dari periode sebelumnya (24 September 2026)
- Harga TBS Sawit Jambi Turun Rp32,15/Kg pada Periode 14–20 Agustus 2026 (15 Agustus 2026)
Pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen digelar sebagai bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Bengkulu dihadiri oleh pekebun dari beberapa kabupaten; laporan menyebutkan 115 pekebun dari Kabupaten Bengkulu Selatan mengikuti pelatihan, sementara laporan lain menyebut jumlah 151 pekebun yang ditekankan pada target 24 ton TBS.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, menyatakan bahwa kualitas panen dan penanganan TBS berkaitan langsung dengan nilai ekonomi yang diterima pekebun. Sri Herlin hadir mewakili Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan menekankan peran pekebun dalam memastikan tingkat kematangan dan mutu TBS sampai ke pabrik kelapa sawit (PKS).
Praktik teknis yang diajarkan meliputi pengenalan tingkat kematangan buah, pengaturan rotasi panen untuk menangkap tingkat rendemen tertinggi, pengumpulan brondolan, serta pengangkutan dan ketertelusuran hasil panen sampai tiba di PKS. Materi ini dirancang untuk menekan kerugian mutu yang dapat terjadi di lapangan dan meningkatkan nilai jual TBS bagi pekebun.
Upaya peningkatan produktivitas ini berjalan paralel dengan dorongan bagi pekebun untuk menggabungkan kuantitas dan mutu; laporan Investor Daily menyatakan target minimal 24 ton TBS per hektare menjadi tolok ukur produksi yang dikejar sektor sawit di Bengkulu. Rangkaian pelatihan dan program SDMP akan terus dilaksanakan untuk mencapai target tersebut.
Sumber: