Mentan Andi Amran: PT DSI untuk Transparansi Ekspor Sawit dan Lindungi Harga TBS Petani

Map dokumen, palu sidang, dan pena di meja resmi melambangkan regulasi dan kebijakan pemerintah di sektor sawit.
Mentan Andi Amran menyatakan pembentukan PT DSI akan mencegah praktik under invoicing dan menjaga stabilitas harga TBS sambil dukung swasembada pangan dan bioetanol.
(2026/06/29) Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah membentuk PT DSI sebagai pintu tunggal ekspor sawit untuk meningkatkan transparansi dan menekan praktik under invoicing serta transfer pricing yang merugikan penerimaan negara.
Mentan menyampaikan langkah ini dalam dialog Economic Update CNBC Indonesia pada 22 Juni 2026, dan mengaitkannya dengan upaya menjaga harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani agar tetap stabil. Ia juga melaporkan adanya 274โ300 perusahaan sawit yang menurut pengawasannya melakukan permainan harga TBS, sehingga pemerintah menilai perlu mekanisme lebih ketat untuk aliran ekspor.
Sebagai konteks, Amran menegaskan kebijakan ekspor tidak boleh mengorbankan petani karena kenaikan harga gabah di beberapa daerah menunjukkan pasar berfungsi dan meningkatkan kesejahteraan petani padi. Ia mengaitkan upaya peningkatan produksi pangan dengan pengembangan bioetanol, menyebut produksi pangan yang lebih tinggi dapat mendukung target swasembada energi melalui penggunaan tanaman sebagai bahan baku bioetanol.
- GAPKI Dukung Pembentukan BUMN Khusus Ekspor PT DSI untuk Kendalikan Harga TBS Sawit (17 Juni 2026)
- Kebijakan DMO 35% Jaga Harga Minyak Goreng di Tengah Gejolak Energi Global (17 April 2026)
- Thailand Perketat Kontrol Ekspor Minyak Sawit Mentah di Tengah Tantangan Energi (7 April 2026)
- Thailand Perketat Ekspor CPO, Indonesia Optimalkan Biodiesel di Tengah Gejolak Global (9 April 2026)
Pembentukan PT DSI digambarkan sebagai BUMN khusus yang akan mengatur satu pintu ekspor sawit, langkah yang dimaksudkan untuk mencegah praktik under invoicing dan transfer pricing yang menekan penerimaan negara. Sumber CNBC melaporkan tujuan kebijakan ini termasuk meningkatkan penerimaan dari ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya serta memastikan kepatuhan fiskal perusahaan ekspor.
Operasional PT DSI belum dirinci secara lengkap dalam penjelasan Amran pada dialog tersebut, namun fokusnya adalah pengendalian arus komersial ekspor sawit. Menteri juga menegaskan pemerintah akan menjaga agar mekanisme itu tidak menurunkan harga di tingkat petani; stabilitas harga TBS disebut sebagai salah satu syarat agar kebijakan ekspor tidak berdampak negatif pada pendapatan petani sawit.
Selain isu sawit, Amran melaporkan capaian ketersediaan pangan: Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 5 juta ton per April 2026, yang menurutnya merupakan stok beras tertinggi dalam sejarah Indonesia. Ia mengaitkan angka CBP tersebut dengan upaya menjaga swasembada beras nasional sekaligus merespons fluktuasi harga beras di sejumlah daerah yang menurutnya mengikuti mekanisme pasar dan kenaikan harga gabah di tingkat petani.
Dalam dialog itu Amran juga menyebut dorongan peningkatan produksi sektor pangan untuk mendukung swasembada energi melalui bioetanol, dan menegaskan pembentukan PT DSI diharapkan mencegah kebocoran penerimaan negara akibat praktik ekspor yang tidak transparan. Rincian pelaksanaan PT DSI dan jadwal operasionalnya belum disebutkan secara spesifik dalam pernyataan yang dilaporkan CNBC.
Sumber: