Kebijakan DMO 35% Jaga Harga Minyak Goreng di Tengah Gejolak Energi Global

Proses penggorengan makanan menggunakan minyak goreng, menunjukkan peran produk hilir sawit dalam industri makanan Indonesia.
Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) 35% efektif jaga harga minyak goreng Minyakita di tengah fluktuasi harga energi global yang mempengaruhi Indonesia.
(2026/04/17) Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng, terutama Minyakita, di tengah gejolak harga energi global. Dengan harga minyak dunia yang mencapai sekitar 100 dolar AS per barel, fluktuasi ini mengancam ketergantungan Indonesia pada impor energi, sementara kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang ditetapkan pemerintah diharapkan dapat mengatasi masalah ini.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa kebijakan DMO dengan kewajiban minimal 35% terbukti efektif dalam menjaga harga minyak goreng. Hingga 10 April 2026, harga rata-rata nasional Minyakita tercatat sebesar Rp 15.961 per liter, mengalami penurunan 5,45% dibandingkan Rp 16.881 per liter sebelum kebijakan diterapkan. Realisasi distribusi DMO bahkan mencapai sekitar 49,45%, melampaui ketentuan minimum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025.
Dalam konteks ini, pemerintah mengusulkan untuk meningkatkan kuota DMO untuk produk Minyakita menjadi 65%, dengan alasan bahwa beberapa produsen telah menyetor lebih dari 35%. Namun, Budi menegaskan bahwa 100% kuota akan sulit dicapai karena harus berbagi dengan distributor lain, termasuk UMKM. Kebijakan ini menjadi penting untuk memastikan ketersediaan pasokan minyak goreng yang merata di pasar, terutama di tengah tantangan global yang mempengaruhi harga energi dan kebutuhan domestik.
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global (23 Februari 2026)
- Kolaborasi Global dan Tantangan Ekspor: Menjawab Krisis Pangan dan Perlindungan Industri Sawit (23 Februari 2026)
- Thailand Perketat Ekspor CPO, Indonesia Optimalkan Biodiesel di Tengah Gejolak Global (9 April 2026)
- Thailand Perketat Kontrol Ekspor Minyak Sawit Mentah di Tengah Tantangan Energi (7 April 2026)
Dari sisi kebijakan energi, gangguan pada jalur distribusi energi global, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan strategis seperti Selat Hormuz, turut mempengaruhi pasokan minyak dunia. Hal ini menambah urgensi bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi dengan mengandalkan biofuel sebagai alternatif yang berkelanjutan. Ketergantungan pada impor energi menjadi masalah klasik yang harus dihadapi Indonesia, sehingga pengembangan biofuel menjadi strategi penting.
Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa kebijakan DMO dan pengembangan biofuel akan terus menjadi fokus pemerintah untuk mengatasi fluktuasi harga energi global dan menjaga ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas harga yang lebih baik dan mengurangi ketergantungan pada impor energi. Seiring dengan perkembangan ini, pertanyaan yang muncul adalah apakah Indonesia dapat mencapai ketahanan energi yang lebih baik melalui diversifikasi sumber energi dan kebijakan yang lebih efisien.
Sumber:
- Biofuel jadi tameng strategis Indonesia hadapi gejolak energi global โ Antara
- Mendag: DMO Minyakita 65 persen masih memungkinkan โ Antara
- Pemerintah Klaim DMO 35% Ampuh Jaga Harga Minyak Goreng โ Detik
- Mendag: Kewajiban distribusi DMO jaga stabilitas harga minyakita โ Antara
- Kewajiban distribusi DMO jaga stabilitas harga minyakita โ Sawit Indonesia