GAPKI Dukung Pembentukan BUMN Khusus Ekspor PT DSI untuk Kendalikan Harga TBS Sawit

Eddy Martono memberikan pidato dalam acara GAPKI, membahas isu-isu terkini industri kelapa sawit Indonesia.
GAPKI menyatakan dukungan terhadap pembentukan BUMN khusus ekspor PT DSI yang diharapkan memperkuat tata kelola ekspor dan menstabilkan harga TBS sawit.
(2026/06/17) Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyatakan dukungan pelaku usaha terhadap kebijakan pembentukan BUMN khusus ekspor komoditas, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), yang menurutnya dapat membantu pengawasan dan pengendalian harga minyak sawit serta memperkuat harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit.
Eddy Martono mengemukakan dukungan itu dalam wawancara dengan CNBC Indonesia pada 15 Juni 2026, menilai bahwa langkah pembentukan BUMN ekspor merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Pernyataan tersebut muncul seiring kebijakan pemerintah yang menempatkan ekspor beberapa komoditas strategis di bawah pengawasan lebih ketat melalui entitas negara.
GAPKI mendorong agar tata kelola ekspor yang diperkuat meliputi mekanisme transparansi harga dan alur pengiriman yang jelas, sehingga tujuan kebijakan tidak hanya administratif tetapi juga berdampak pada harga di tingkat hulu. Menurut Eddy, penguatan tata kelola diperlukan agar manfaat kebijakan dapat menjangkau petani plasma dan pekebun kecil yang menerima harga TBS di sentra produksi.
- Thailand Perketat Ekspor CPO, Indonesia Optimalkan Biodiesel di Tengah Gejolak Global (9 April 2026)
- Kebijakan DMO 35% Jaga Harga Minyak Goreng di Tengah Gejolak Energi Global (17 April 2026)
- Thailand Perketat Kontrol Ekspor Minyak Sawit Mentah di Tengah Tantangan Energi (7 April 2026)
- Kemendag Terbitkan Tiga Permendag Ekspor SDA Strategis, Sawit Masuk Masa Transisi hingga 31 Desember 2026 (11 Juni 2026)
Dalam dialog yang disiarkan CNBC, Eddy menilai pembentukan PT DSI berpotensi menjadi instrumen pengawasan yang efektif terhadap aliran ekspor minyak sawit, sehingga fluktuasi harga di pasar domestik dapat dikendalikan lebih baik. Ia menyebutkan dukungan pelaku usaha terhadap langkah tersebut, dan menyerukan sinergi antara BUMN baru dengan pelaku swasta agar operasional ekspor berjalan lancar.
Lebih jauh, GAPKI menekankan pentingnya transparansi data ekspor dan distribusi hasil penjualan agar harga TBS dapat merefleksikan kondisi pasar yang sebenarnya. Organisasi pengusaha itu juga menyoroti perlunya tata kelola yang jelas agar kebijakan tidak menimbulkan distorsi distribusi pasokan untuk kebutuhan dalam negeri dan industri pengolahan.
Pihak swasta yang tergabung dalam GAPKI, kata Eddy, melihat pembentukan BUMN khusus sebagai peluang untuk memperbaiki koordinasi antara regulator, eksportir, dan pelaku rantai pasok sawit. Ia menilai pengawasan yang lebih ketat terhadap ekspor akan membantu mencegah praktik yang dapat menekan harga TBS di tingkat kebun, meskipun detail teknis operasional PT DSI masih harus disusun bersama pemangku kepentingan.
Sekilas fakta konkret: wawancara Eddy Martono dengan CNBC Indonesia disiarkan pada 15 Juni 2026 dan menyampaikan dukungan GAPKI terhadap pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sebagai BUMN khusus ekspor untuk memperkuat transparansi, tata kelola ekspor, dan memperkuat harga Tandan Buah Segar sawit.
Sumber: