BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Kondisi Harga Tandan Buah Segar di Berbagai Daerah: Penurunan yang Stabil

23 Februari 2026|Penurunan Harga TBS Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kondisi Harga Tandan Buah Segar di Berbagai Daerah: Penurunan yang Stabil

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di beberapa provinsi menunjukkan tren penurunan, meski dengan fluktuasi yang bervariasi. Beberapa daerah mengalami penurunan yang lebih signifikan, sementara yang lain tetap stabil.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Indonesia mengalami fluktuasi yang mencerminkan kondisi pasar yang dinamis. Di Provinsi Jambi, harga TBS untuk periode 6-12 Juni 2025 tercatat mengalami penurunan tipis sebesar Rp 1,09 per kg, menjadikannya Rp 3.288,81 per kg untuk TBS dari usia tanam 10-20 tahun. Penetapan harga ini diumumkan oleh Dinas Perkebunan setempat dan dianggap tidak terlalu mengecewakan bagi para petani mitra plasma.

Di sisi lain, Provinsi Riau mencatatkan kenaikan harga TBS untuk periode yang sama, walau tidak didukung oleh kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO). Dinas Perkebunan Riau melaporkan bahwa meski TBS mengalami kenaikan, harga CPO justru turun sebesar Rp 45,49 menjadi Rp 13.245,49 per kg. Hal ini menunjukkan adanya ketidakcocokan antara harga TBS dan CPO, yang biasanya bergerak seiring.

Situasi serupa juga terjadi di Provinsi Sumatera Utara, di mana harga TBS untuk periode 4-19 Juni 2025 merosot menjadi Rp 3.327,10 per kg, turun Rp 45,61 dari harga sebelumnya. Meskipun penurunan ini berlanjut dari pekan sebelumnya, harga tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan harga rata-rata sawit swadaya di daerah tersebut. Harga CPO di Sumut juga mengalami penurunan, tercatat sebesar Rp 13.382,30 per kg, lebih rendah dari harga minggu sebelumnya yang mencapai Rp 13.481,61 per kg.

Fakta bahwa harga TBS dan CPO di berbagai provinsi menunjukkan tren yang tidak konsisten dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk permintaan pasar, biaya produksi, dan kondisi cuaca. Para petani kelapa sawit diharapkan dapat memanfaatkan informasi harga ini untuk mengambil keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan perkebunan mereka. Meskipun ada penurunan harga, harapan untuk stabilitas tetap ada, terutama dengan adanya dukungan dari pemerintah yang terus berupaya memberikan harga yang wajar bagi petani.

Situasi ini memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi oleh sektor kelapa sawit di Indonesia, yang merupakan salah satu komoditas utama ekspor. Penetapan harga yang berfluktuasi menjadi perhatian penting bagi para pelaku industri, terutama untuk memastikan keberlanjutan usaha dan kesejahteraan petani.

Sumber:

  • Meski Turun, tapi Stabil Harga TBS Mitra Plasma Jambi Periode 6-12 Juni 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-06-06)
  • Penetapan Harga Disbun Riau: CPO Tak Terharap, Palm Kernel Jadi Penopang untuk Periode 4-10 Juni 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-06-06)
  • Harga Sawit di Sumut Merosot Lagi, Kini Rp3.327 per kg Periode 4-19 Juni 2025 โ€” Sawit Indonesia (2025-06-06)