BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO KPBN Naik 1,09% pada 1 April 2026, B50 Jadi Penyebab Utama

1 April 2026|Harga KPBN Inacom Naik
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO KPBN Naik 1,09% pada 1 April 2026, B50 Jadi Penyebab Utama

Gambar ini menunjukkan bahan bakar yang mengalir ke dalam tangki, terkait Program Biodiesel B50 dalam bauran energi kelapa sawit di Indonesia.

Harga CPO KPBN naik menjadi Rp. 16.225/kg pada 1 April 2026, didorong oleh program biodiesel B50 dan penguatan harga di Bursa Malaysia.

(2026/04/01) Harga minyak sawit mentah (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mengalami kenaikan menjadi Rp. 16.225/kg pada Rabu (1/4/2026), meningkat sebesar Rp. 175/kg atau 1,09% dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh dorongan implementasi program biodiesel B50 di Indonesia dan penguatan harga minyak mentah global yang berpengaruh positif terhadap pasar minyak sawit.

Dalam beberapa hari terakhir, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga menunjukkan tren penguatan yang berkelanjutan. Pada hari yang sama, harga kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni 2026 di Bursa Malaysia Derivatives tercatat menguat, yang semakin memperkuat posisi pasar CPO Indonesia. Peningkatan harga tersebut merupakan sinyal positif bagi industri sawit, terutama di tengah ketidakpastian pasar global.

Sebelumnya, harga CPO di KPBN pada Selasa (31/3/2026) berada di level Rp. 16.050/kg. Kenaikan harga CPO ini merupakan yang kelima berturut-turut di Bursa Malaysia. Program biodiesel B50, yang mengharuskan penggunaan 50% biodiesel dari kelapa sawit dalam bahan bakar, diharapkan dapat meningkatkan permintaan dan mengurangi surplus CPO di pasar domestik.

Data dari KPBN menunjukkan bahwa harga CPO Franco Dumai saat ini berada di Rp. 16.225/kg. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan volume ekspor minyak sawit Indonesia dapat meningkat, dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian petani sawit di Indonesia. Sebelumnya, pada akhir Januari 2026, harga CPO ditetapkan Rp. 15.288/kg, menunjukkan kenaikan yang konsisten dalam beberapa bulan terakhir.

Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa jika tren kenaikan harga ini berlanjut, hal tersebut dapat berdampak signifikan terhadap pendapatan petani dan pelaku industri sawit. Kenaikan harga CPO juga berpotensi meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar global, terutama dengan adanya permintaan yang terus meningkat untuk produk biodiesel.

Peningkatan harga CPO KPBN ini menunjukkan bahwa industri sawit Indonesia masih memiliki prospek yang baik, terutama di tengah tantangan global. Seperti yang diungkapkan oleh seorang analisis pasar, "Kenaikan harga ini mencerminkan optimisme pasar terhadap keberlanjutan program biodiesel di Indonesia dan dampaknya terhadap permintaan CPO global," kata seorang analis.

Sumber: