Ketua Umum Apkasindo Ajak Petani Sawit Tingkatkan Ketahanan Pangan

Petani sedang memanen tandan buah segar kelapa sawit di kebun, menunjukkan proses penting dalam industri kelapa sawit Indonesia.
Ketua Umum Apkasindo mengajak petani kelapa sawit di 25 provinsi untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan produksi.
Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Jend TNI (Pur) Dr. Moeldoko, mengajak petani sawit di 25 provinsi untuk berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Moeldoko menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Dalam pernyataannya, Moeldoko mengungkapkan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang sangat strategis bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa masalah pangan adalah masalah kedaulatan, kemerdekaan, dan survival bangsa. "Jika kita ingin menjadi negara maju, pangan harus aman terlebih dahulu," tegasnya. Pernyataan ini semakin menekankan pentingnya kolaborasi antara petani sawit dan pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang mendukung aksesibilitas dan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Moeldoko juga menekankan bahwa peningkatan produktivitas kelapa sawit harus sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Ia mendorong petani untuk menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan agar keberadaan kelapa sawit dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dari segi ekonomi maupun sosial.
- Penguatan Kelembagaan dan Data Tunggal, Kunci Perbaikan Industri Kelapa Sawit Indonesia (5 Maret 2026)
- Upaya Meningkatkan Kapasitas Petani Sawit Melalui Pelatihan dan Konsultasi Pajak (23 Februari 2026)
- Peningkatan SDM Petani Sawit Melalui Pelatihan dan Tantangan di Lapangan (23 Februari 2026)
- Koperasi Sawit dan Petani Dapat Insentif serta Asuransi Menjelang Idul Fitri (2 April 2026)
Selanjutnya, dalam konteks ketahanan pangan, pemerintah telah merumuskan kebijakan yang mendukung pengembangan komoditas strategis seperti jagung dan padi gogo. Melalui pengembangan komoditas ini, diharapkan petani sawit juga dapat terlibat dalam diversifikasi produk pertanian yang tidak hanya mengandalkan satu jenis komoditas, tetapi mampu meningkatkan ketahanan pangan secara keseluruhan.
Untuk mewujudkan hal ini, Apkasindo berencana mengadakan pelatihan dan penyuluhan bagi petani sawit di berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi kelapa sawit yang berkualitas tinggi sekaligus mendukung keberagaman produk pangan di Indonesia. Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan petani dapat lebih siap menghadapi tantangan di sektor pertanian dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam ketahanan pangan nasional.
Di tengah tantangan global dan perubahan iklim yang semakin nyata, kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan petani sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Keberhasilan dalam meningkatkan ketahanan pangan tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi petani, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Sumber:
- Ini Arahan Ketum Apkasindo Kepada Petani Sawit di 25 Provinsi — Sawit Indonesia (2025-03-08)