BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Kelembagaan Petani

Peningkatan SDM Petani Sawit Melalui Pelatihan dan Tantangan di Lapangan

23 Februari 2026|Pelatihan SDM Petani Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Peningkatan SDM Petani Sawit Melalui Pelatihan dan Tantangan di Lapangan

Petani kelapa sawit Indonesia memanfaatkan drone dan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perkebunan.

Pelatihan untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan petani sawit di Indonesia terus digalakkan, sementara tantangan di lapangan tetap menjadi perhatian.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus menjadi fokus utama pemerintah. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian terus menggelar berbagai program pelatihan bagi petani sawit di berbagai daerah. Salah satunya adalah pelatihan panen dan pasca panen yang diadakan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang berlangsung pada bulan Juni 2025. Pelatihan ini melibatkan 124 petani yang diajarkan teknik memanen dan mengelola hasil panen secara efektif.

Direktur Operasional Best Planter Indonesia (BPI), Friyandito, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis para petani, tetapi juga untuk memperbaiki cara penyampaian materi agar lebih efektif. Dia mengajak para petani untuk menjadikan kebun sawit mereka sebagai mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga mereka. Dengan harapan, kebun sawit bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil selama 20 hingga 25 tahun ke depan.

Selain di Musi Banyuasin, pelatihan pemetaan kebun juga digelar di Riau, di mana 104 petani dari berbagai kabupaten mengikuti pelatihan yang berlangsung selama empat hari. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan tentang teknologi pemetaan kebun sawit, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan. Muhammad Sigit Susanto, Direktur IPB Training, menekankan pentingnya investasi waktu dalam pelatihan bagi petani, meskipun harus meninggalkan kebun mereka sementara waktu.

Namun, di tengah upaya peningkatan SDM, tantangan tetap ada. Baru-baru ini, warga di Kecamatan Bangka Barat dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria yang diduga tewas akibat gigitan ular di kebun sawit. Penemuan ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi petani di lapangan, terutama di daerah yang memiliki banyak ular. Kasus ini menunjukkan pentingnya keselamatan kerja dan kewaspadaan bagi para petani yang beraktivitas di kebun sawit.

Dengan berbagai pelatihan yang digelar, harapan besar tertuju pada para petani sawit di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha mereka. Namun, di sisi lain, perlunya perhatian terhadap keamanan dan keselamatan kerja di lapangan tetap menjadi isu yang tidak bisa diabaikan.

Sumber:

  • BPDP, Ditjenbun dan BPI Lanjutkan Pelatihan Panen dan Pasca Panen Gelombang 2 untuk 124... โ€” Hortus (2025-06-16)
  • BPDP, Ditjenbun, dan IPB Training Tingkatkan Kompetensi Petani Sawit Riau Melalui Pelatihan Pemetaan Kebun โ€” Info Sawit (2025-06-16)
  • Empat Hari Meninggalkan Kebun Sawit adalah Investasi Berharga โ€” Media Perkebunan (2025-06-16)
  • BPDP, Ditjenbun, dan PT BPI Ajak Petani Muba Jadikan Kebun Sawit sebagai ATM Abadi โ€” Media Perkebunan (2025-06-16)
  • Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Kebun Sawit, Diduga Tewas Akibat Gigitan Ular โ€” Detik (2025-06-16)