BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Kelembagaan Petani

Penguatan Kelembagaan dan Data Tunggal, Kunci Perbaikan Industri Kelapa Sawit Indonesia

5 Maret 2026|Data Tunggal Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Penguatan Kelembagaan dan Data Tunggal, Kunci Perbaikan Industri Kelapa Sawit Indonesia

Inisiatif Siemens dalam digitalisasi sawit mendukung Siprosatu dan Satu Data Sawit di Indonesia melalui peluncuran X’perience Center Jakarta.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menekankan pentingnya pembenahan data dan penguatan kelembagaan untuk meningkatkan industri sawit nasional.

(2026/03/05) Dalam upaya meningkatkan tata kelola industri kelapa sawit yang berkelanjutan, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Rino Afrino menyatakan perlunya pembenahan dalam pengelolaan data dan penguatan kelembagaan. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara di Jakarta pada 2 Maret 2026, di mana ia menegaskan bahwa industri yang melibatkan jutaan petani ini harus memiliki sistem data yang solid dan terintegrasi.

Rino mengungkapkan bahwa dengan luas perkebunan sawit nasional mencapai sekitar 17 juta hektare, penting untuk memiliki data produksi dan rantai pasok yang dikelola dalam satu sistem terpadu. Menurutnya, meskipun angka-angka produksi sangat besar, tanpa dukungan sistem informasi manajemen yang baik, akan sulit untuk mendapatkan gambaran yang akurat mengenai produksi dan distribusi hasil sawit.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan petani juga sangat krusial. Kelembagaan yang kuat dapat membantu petani untuk lebih terorganisir dalam menjalankan usaha mereka, serta memfasilitasi akses terhadap informasi dan teknologi yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas. Rino menekankan bahwa petani harus diberikan pelatihan dan dukungan untuk memahami pentingnya data dalam pengambilan keputusan yang tepat dalam pengelolaan usaha mereka.

Di samping itu, Rino juga mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan sektor swasta, untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Dengan adanya penguatan dalam pengelolaan data dan kelembagaan, diharapkan industri kelapa sawit Indonesia dapat bertransformasi menjadi lebih profesional dan berkelanjutan, memberikan manfaat tidak hanya bagi petani tetapi juga bagi perekonomian negara secara keseluruhan.

Sumber:

  • Dari berbagai sumber