Kenaikan Harga TBS Sawit di Kalimantan Timur: Dampak Positif bagi Petani

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur mengalami kenaikan, memberikan harapan baru bagi para petani di tengah tantangan industri sawit.
Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur mengalami kenaikan yang signifikan, memberikan dampak positif bagi para petani di daerah tersebut. Kenaikan ini tercatat sekitar Rp38 per kilogram pada periode 16-30 Juni 2024, menjadikan harga TBS dari pohon umur 3 tahun sebesar Rp2.356,71 per kg. Sebelumnya, pada periode 1-15 Juni, harga TBS tersebut berada di angka Rp2.318,17 per kilogram.
Pihak Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, yang dipimpin oleh Kepala Dinas Ence Achmad Rafiddin Rizal, menyatakan bahwa kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh meningkatnya harga jual crude palm oil (CPO) dan kernel. Harga CPO yang tertimbang kini mencapai Rp12.212,27 per kg, sementara harga kernel rata-rata tertimbang sebesar Rp6.910,44 per kg, dengan indeks K sebesar 88,68 persen. Hal ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat terhadap produk kelapa sawit, baik di pasar domestik maupun internasional.
Dengan meningkatnya harga TBS, diharapkan para petani kelapa sawit dapat merasakan manfaat lebih dari hasil panen mereka. Kenaikan harga ini juga berpotensi mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen di Kalimantan Timur. Para petani diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan investasi dalam perawatan pohon sawit dan teknologi pertanian yang lebih baik.
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
- Harga CPO April 2026 Naik 5,41% Jadi USD 989,63 per MT di Tengah Ketegangan Geopolitik (1 April 2026)
- Harga CPO Diprediksi Naik hingga RM4.600 per Ton di 2026 (5 April 2026)
- Harga Sawit di Sumut dan Aceh Naik, CPO Referensi April 2026 Meningkat (1 April 2026)
Namun, tantangan tetap ada di depan mata, terutama dalam hal keberlanjutan praktik perkebunan kelapa sawit. Isu lingkungan dan sosial yang seringkali menyertai industri ini harus menjadi perhatian utama agar keuntungan yang diperoleh tidak mengorbankan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Pemerintah diharapkan dapat terus berupaya dalam menciptakan regulasi yang mendukung petani dan industri kelapa sawit secara keseluruhan, sembari menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan industri kelapa sawit di Kalimantan Timur dapat terus berkembang dengan berkelanjutan.
Sumber:
- Harga TBS Sawit Kaltim Naik Rp38/kg di Akhir Juni — Hai Sawit (2024-07-02)