Kenaikan Harga TBS dan Kemitraan Strategis di Sektor Perkebunan Sawit Kalimantan Timur

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) pasca Hari Raya dan upaya kemitraan antara petani sawit dan pabrik pengolahan menjadi sorotan penting di Kalimantan Timur.
Kalimantan Timur baru-baru ini mengalami kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang mencapai Rp 2.667,50 per kilogram, pasca Hari Raya Idulfitri 1445 H. Kenaikan harga ini, yang terjadi pada periode 1-15 April 2024, diungkapkan oleh Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ence Achmad Rafiddin Rizal. Menurutnya, kenaikan tersebut dipicu oleh tingginya harga jual Crude Palm Oil (CPO) dan kernel, dengan harga CPO tertimbang mencapai Rp 12.500,10 dan harga kernel sebesar Rp 6.010,79 per kilogram.
Selain itu, Ence juga menyampaikan rincian harga TBS berdasarkan umur pohon, yang menunjukkan bahwa kelompok umur 10 tahun mengalami lonjakan harga. Momen ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi petani sawit yang selama ini bergantung pada harga TBS untuk keberlangsungan usaha mereka.
Namun, dalam menghadapi dinamika harga yang fluktuatif, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur juga mengambil langkah strategis dengan mendorong petani kelapa sawit untuk menjalin kemitraan dengan pabrik pengolahan CPO. Melalui kemitraan ini, diharapkan akan tercipta transparansi dan keadilan dalam penetapan harga TBS, sehingga dapat mencegah praktik manipulasi harga oleh tengkulak. Ence menegaskan pentingnya petani yang belum tergabung dalam kelompok tani atau koperasi untuk segera membentuk kelompok guna memperkuat posisi mereka dalam pasar.
- Harga CPO dan TBS Sawit di Sumut Turun, Proyeksi Masa Depan Menarik (25 Maret 2026)
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO April 2026 Naik 5,41% Jadi USD 989,63 per MT di Tengah Ketegangan Geopolitik (1 April 2026)
- Harga TBS Sawit Riau Naik Menjadi Rp 3.950,63 per Kg di Awal April 2026 (31 Maret 2026)
Penguatan kemitraan ini bukan hanya sekadar langkah defensif dalam menghadapi tantangan harga, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing dalam industri kelapa sawit. Dalam konteks ini, Kementerian Pertanian melalui Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) juga berperan aktif. Baru-baru ini, Hai Sawit Indonesia berpartisipasi dalam rapat persiapan Job Fair Sawit yang diadakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan dan Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan Sarasehan Nasional yang akan mengumpulkan sekitar 1500 mahasiswa dan pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit, dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri kelapa sawit, sambil tetap memperhatikan kesejahteraan petani. Dengan adanya kemitraan yang lebih erat antara petani dan pabrik, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, diharapkan industri kelapa sawit di Kalimantan Timur dapat semakin kompetitif dan berkelanjutan di masa depan.
Sumber:
- Pasca Hari Raya: Tandan Buah Segar Melonjak ke Rp 2.667,50/Kg โ Hai Sawit (2024-04-18)
- Membangun Kemitraan Produktif: Disbun Kaltim Dorong Petani Kelapa Sawit โ Hai Sawit (2024-04-18)
- Kolaborasi Tim Pengembangan SDM PKS Kementrian Pertanian bersama Plant โ Hai Sawit (2024-04-18)