BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Kenaikan Harga CPO Dorong Penerimaan Bea Keluar dan Harga TBS di Riau

15 Juli 2025|Kenaikan Harga CPO dan TBS
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kenaikan Harga CPO Dorong Penerimaan Bea Keluar dan Harga TBS di Riau

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global berdampak signifikan terhadap penerimaan bea keluar dan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Indonesia, khususnya di Riau.

(2025/07/15) Indonesia menyaksikan lonjakan signifikan dalam sektor kelapa sawit, seiring dengan kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) yang tercatat di pasar global. Data terbaru dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menunjukkan bahwa penerimaan bea keluar dari ekspor produk sawit mencapai Rp 14 triliun pada paruh pertama tahun 2025, meningkat 81,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh dua faktor utama, yaitu kenaikan harga CPO dan kebijakan relaksasi ekspor konsentrat tembaga.

Menurut Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budhi, capaian ini menunjukkan potensi besar dari sektor kelapa sawit untuk memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara. Kenaikan harga CPO juga terlihat dalam penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) di Provinsi Riau. Dinas Perkebunan Provinsi Riau mengumumkan harga TBS untuk mitra plasma naik menjadi Rp 3.385,76 per kilogram untuk periode 16 hingga 22 Juli 2025, yang merupakan kenaikan sebesar Rp 69,51 per kilogram atau 2,10% dari harga sebelumnya.

Kenaikan harga tertinggi juga tercatat pada kelompok umur 9 tahun, yang menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap kelapa sawit. Selain itu, harga CPO di provinsi Riau juga mengalami kenaikan, mencapai Rp 14.037,50 per kilogram, yang berkontribusi pada kenaikan harga TBS. Harga kernel juga turut meningkat, meskipun tidak secepat harga CPO, dengan harga kernel ditetapkan sebesar Rp 10.475,00 per kilogram.

Di sisi lain, untuk petani kelapa sawit swadaya, harga TBS juga mengalami kenaikan menjadi Rp 3.358,99 per kilogram, atau naik Rp 68,89 per kilogram. Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa pasar kelapa sawit di Riau sedang dalam tren positif, berkat pengaruh dari harga CPO yang terus meningkat. Dinas Perkebunan Riau mencatat bahwa kenaikan ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor agrikultur.

Namun, meskipun harga CPO di tingkat lokal menunjukkan tren positif, ada tekanan dari pasar global. Harga CPO di Bursa Malaysia mengalami pelemahan setelah sesi penguatan sebelumnya, yang menunjukkan volatilitas yang harus diwaspadai oleh para pelaku pasar. Hal ini menciptakan ketidakpastian bagi petani dan pelaku usaha, terutama jika terjadi aksi ambil untung di kalangan investor.

Secara keseluruhan, meskipun ada fluktuasi di pasar, perkembangan positif dalam penerimaan bea keluar dan harga TBS di Riau memberikan harapan bagi industri kelapa sawit Indonesia. Para petani diharapkan dapat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan produksi dan kualitas, sehingga dapat bersaing dalam pasar global yang semakin ketat.

Sumber:

  • Berkah Cuan dari CPO, Setoran Bea Keluar Tembus Rp14 T โ€” CNBC (2025-07-15)
  • Harga CPO Naik, Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Dihargai Rp3.385 per Kg โ€” Media Center Riau (2025-07-15)
  • Harga Sawit Riau Naik Lagi Menjadi Rp3.385,76 per Kg โ€” Bisnis Indonesia (2025-07-15)
  • Sepekan Mendatang Harga Sawit Mitra Swadaya Riau Dibeli Rp3.358,99Kg โ€” Elaeis (2025-07-15)
  • Harga TBS Kelapa Sawit Kalbar Periode I Bulan Juli 2025 Dihargai Rp2.893,46 per Kg โ€” Sawit Indonesia (2025-07-15)
  • Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Naik, Tertinggi untuk Umur 9 Tahun Capai Rp 3.358 per Kg โ€” Media Center Riau (2025-07-15)
  • Naik Lagi, Harga Kelapa Sawit Plasma di Riau Minggu Ini Rp3.385,76Kg โ€” Elaeis (2025-07-15)
  • Harga CPO KPBN Inacom Cenderung Stagnan pada Selasa (15 per 7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah โ€” Info Sawit (2025-07-15)