Kenaikan Harga CPO dan TBS di Indonesia: Tren Positif di Tengah Tantangan Produksi

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah dan tandan buah segar menunjukkan tren kenaikan di beberapa wilayah Indonesia, meskipun produksi petani masih menghadapi kendala.
(2025/07/10) Indonesia menyaksikan tren kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dan tandan buah segar (TBS) dalam beberapa hari terakhir, meskipun tantangan produksi tetap menjadi sorotan. Di Talang Duku, harga CPO mengalami kenaikan sebesar Rp125 dari hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada 9 Juli 2025.
Proses tender yang berlangsung menunjukkan adanya penguatan harga meski tidak semua peserta tender sepakat dengan harga yang ditawarkan. Pada tender tersebut, harga CPO ditetapkan pada Rp14.022/kg, sedangkan harga CPO FOB Talang Duku berada di Rp13.900/kg. Meskipun ada withdraw dalam penawaran, harga CPO masih menunjukkan peningkatan dibandingkan sebelumnya.
Di sisi lain, pasar kelapa sawit di Aceh juga mencatatkan kenaikan harga. Di Aceh bagian timur, harga TBS untuk petani plasma meningkat menjadi Rp3.074/kg, naik dari Rp3.012/kg minggu lalu. Sementara di Aceh bagian barat, harga TBS ditetapkan pada Rp3.057/kg, naik dari Rp2.976/kg. Kenaikan ini terjadi meskipun produksi kelapa sawit petani masih mengalami penurunan, yang menjadi perhatian bagi para petani dan pelaku industri.
- Harga CPO Diproyeksi Meningkat Hingga USD 1.783 pada Juni 2026 (4 April 2026)
- Harga Referensi CPO April 2026 Naik 5,41% Dipicu Permintaan Global (1 April 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 1,09% pada 1 April 2026, B50 Jadi Penyebab Utama (1 April 2026)
- Harga TBS Sawit Sumut Mencapai Rp4.059,20 per Kg pada Awal April 2026 (3 April 2026)
Perdagangan CPO di Bursa Malaysia juga menunjukkan tren positif dengan penguatan harga selama beberapa hari berturut-turut. Pada 10 Juli 2025, harga CPO di KPBN ditetapkan menjadi Rp14.100/kg, meningkat sekitar 0,56% dibandingkan harga sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan penguatan harga minyak nabati saingan di bursa Dalian dan Chicago, serta respon pasar terhadap data terbaru dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB).
Secara keseluruhan, meskipun harga CPO dan TBS mengalami kenaikan, tantangan dalam produksi tetap menjadi fokus utama. Para petani berharap agar produksi dapat kembali normal agar dapat memanfaatkan kenaikan harga ini secara optimal. Dengan kondisi pasar yang berfluktuasi, penting bagi semua pihak untuk tetap waspada dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi.
Sumber:
- Di Talang Duku, Harga CPO Naik Rp 125 dari Hasil Tender PT KPBN Periode 9 Juli 2025 โ Media Perkebunan (2025-07-10)
- Harga Sawit di Aceh Naik Tipis, Segini Besarannya โ Elaeis (2025-07-10)
- Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Rabu (9 per 7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Terus Menguat โ Info Sawit (2025-07-10)
- Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Kamis (10 per 7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat โ Info Sawit (2025-07-10)