BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Inisiatif Pertanian Berkelanjutan dan Tantangan Harga TBS di Sektor Kelapa Sawit

22 Februari 2026|Fluktuasi Harga TBS Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Inisiatif Pertanian Berkelanjutan dan Tantangan Harga TBS di Sektor Kelapa Sawit

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

PT Astra Agro Lestari dan program pemerintah berfokus pada swasembada pangan, sementara harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit mengalami fluktuasi di beberapa daerah.

Dalam upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) meluncurkan program penanaman jagung secara serentak di lahan perkebunan kelapa sawitnya pada 21 Januari lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program swasembada pangan pemerintah yang ditargetkan tercapai pada tahun 2025. Astra Agro, yang memiliki kebun di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Vice President Investor Relation and Public Affairs Astra Agro, Fenny Sofyan, menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan semangat 'prosper with the nations', yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung program pemerintah.

Sementara itu, di sektor harga, data dari berbagai sumber menunjukkan adanya fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Di Provinsi Riau, harga TBS untuk sawit berumur 9 tahun tercatat sebesar Rp 3.357,29 per kg, menurun Rp 77,86 per kg dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini tercatat dalam surat penetapan harga TBS Kelapa Sawit Swadaya Provinsi Riau. Keadaan ini berbanding terbalik dengan kondisi di Sumatera Utara, di mana harga TBS juga mengalami penurunan menjelang perayaan Imlek. Pada periode yang sama, harga TBS di Sumut tercatat sebesar Rp 3.372 per kg, turun dari Rp 3.439 per kg. Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya harga CPO yang saat ini berada di angka Rp 13.691.

Di tengah tantangan harga, program pertanian berkelanjutan lainnya juga diinisiasi oleh Perkebunan Nusantara (PTPN) melalui program Tanam Padi Perkebunan Nusantara (Tampan). Program ini bertujuan untuk menanam padi di tengah hamparan sawit muda, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sawit. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, melaporkan bahwa perkembangan program ini menunjukkan hasil yang memuaskan, dengan tim pengembangan terus melakukan monitoring dan evaluasi.

Di sisi lain, keamanan dan pencegahan pencurian buah sawit juga menjadi perhatian penting. Polsek Bosar Maligas di Simalungun melaksanakan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah pencurian buah sawit. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut, dan diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi para petani dan perusahaan.

Secara keseluruhan, sektor kelapa sawit Indonesia menghadapi tantangan dan peluang. Dukungan terhadap program swasembada pangan dan inisiatif pertanian berkelanjutan memberikan harapan bagi peningkatan kesejahteraan petani, meskipun fluktuasi harga TBS tetap menjadi isu yang harus diperhatikan oleh semua pemangku kepentingan.

Sumber:

  • Tanam Jagung Serentak, Astra Agro Dukung Program Swasembada Pangan 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-01-22)
  • Astra Agro Dukung Swasembada Pangan Prabowo, Tanam Jagung Serentak di Perkebunan Sawitnya โ€” Sawit Indonesia (2025-01-22)
  • Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 22 Januari โ€“ 4 Februari 2025 Tertinggi Rp 3.357,29 per kg โ€” Info Sawit (2025-01-22)
  • Harga TBS Sawit di Sumut Semakin Lesu Jelang Imlek, Ini Kata Apkasindo โ€” Detik (2025-01-22)
  • 100 Hari Prabowo-Gibran, Progres Tanam Padi PTPN Subur&Tambah Pendapatan Petani Sawit โ€” Kontan (2025-01-22)
  • Program Tanam Padi PTPN, Tumbuh Subur dan Potensi Tambah Pendapatan Petani Sawit โ€” Kumparan (2025-01-22)
  • Polsek Bosar Maligas Tingkatkan Kesadaran Warga Cegah Pencurian Buah Sawit โ€” Hai Sawit (2025-01-22)