Hilirisasi Sawit Jadi Kekuatan Ekonomi: Dari Pabrik Margarine di Semarang hingga Kompleks Terpadu di Johor

Pejabat pemerintah meninjau pabrik hilirisasi sawit untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit di Indonesia.
Kunjungan DPR RI ke pabrik hilirisasi di Semarang dan pembukaan kompleks terpadu di Johor menggambarkan pergeseran industri sawit menuju produk bernilai tambah dan peluang pertumbuhan baru.
(2026/09/18) Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menilai industri pengolahan dan hilirisasi minyak sawit memegang posisi strategis bagi perekonomian nasional setelah kunjungan kerja ke PT Berkah Emas Sumber Terang (BEST) di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang pada Jumat, 18 September 2026.
Evita menyatakan bahwa PT BEST bukan hanya memasarkan produk di dalam negeri tetapi juga mengekspor produk turunannya, termasuk margarin yang dikirim ke Cina, sebagai bagian dari upaya hilirisasi sawit. Dia menyoroti kemampuan perusahaan mengolah bahan baku sawit menjadi produk bernilai tambah yang mampu menembus pasar internasional.
Dalam kunjungan tersebut, Evita juga menekankan pentingnya aspek keamanan operasional pabrik dengan penerapan sistem pemantauan dan alarm. Dia mengungkapkan bahwa lokasi PT BEST di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas memberikan keuntungan logistik karena akses pelabuhan yang baik sehingga mendukung distribusi domestik dan ekspor.
- Gapki: Perkuat Produktivitas dan Keberlanjutan untuk Menjaga Dominasi Sawit Indonesia (8 Oktober 2026)
- Investasi Besar-Besaran untuk Pusat Pengolahan Avtur dari Jelantah (9 April 2026)
- Indonesia Siap Bangun Industri Avtur Berbasis Sawit dengan Investasi Besar-Besaran (9 April 2026)
- Lunang Silaut Dorong Integrasi Sapi dan Sawit dengan Skema Investasi Masyarakat (3 Oktober 2026)
Evita menegaskan bahwa kebijakan perdagangan komoditas sawit harus tetap mengutamakan kebutuhan nasional terlebih dahulu, lalu memaksimalkan orientasi ekspor. Dia menjelaskan bahwa penguatan hilirisasi dan industri pengolahan perlu diteruskan agar produk sawit menghasilkan nilai tambah dan daya saing global.
Sementara itu di Malaysia, Johor Plantations Group Bhd membuka Integrated Sustainable Palm Oil Complex (iSPOC) di Sedali, Johor, yang merupakan fasilitas untuk masuk ke produk hilir bernilai lebih tinggi, termasuk kilang lemak dan minyak spesialitas. Apex Securities memproyeksikan bahwa commissioning dan peningkatan utilisasi iSPOC dapat mengangkat pendapatan mulai tahun kewangan 2027 (FY27).
Apex Securities mencatat operasi hulu dan menengah masih merupakan kontributor utama Johor Plantations pada FY25, masing-masing RM1.3 bilion dan RM457 juta, yang bila digabung menyumbang sekitar 99 persen dari pendapatan FY25. Lembaga itu juga menyebut potensi dampak El Nino yang kuat pada 2026โ2027, yang bisa menekan produksi dan menopang harga CPO, sehingga memberikan keuntungan bagi perusahaan dengan eksposur hulu dominan.
Perkembangan di kedua negara menunjukkan tren yang sama: pergeseran fokus dari jualan CPO mentah ke produk turunan bernilai tambah untuk memperbaiki margin dan membuka jalur pertumbuhan baru. Di Indonesia, kunjungan Evita menempatkan penekanan pada pemenuhan kebutuhan domestik dan penguatan kapasitas industri dalam negeri, sedangkan di Johor, investasi iSPOC diposisikan sebagai katalis pendapatan FY27. RUPS atau jadwal korporasi terkait proyek iSPOC belum disebutkan dalam sumber-sumber yang dikutip.
Sumber: